PALEMBANG, METROSELEBES.COM – Indonesia dan Palestina resmi memperkuat kerja sama strategis di sektor pertanian melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup pelatihan, pertukaran teknologi, investasi, hingga penguatan ketahanan pangan.
Kolaborasi ini bukan hanya menjadi bentuk diplomasi pertanian, tetapi juga sinyal kuat solidaritas kedua negara di tengah krisis kemanusiaan berkepanjangan yang melanda Palestina.
Sebagai bentuk nyata dari kerja sama tersebut, pemerintah Indonesia mengalokasikan lahan seluas 10.000 hingga 15.000 hektare di Sumatera Selatan untuk pembangunan Zona Investasi Solidaritas Indonesia-Palestina.
Baca Juga: Transformasi Bantuan Sosial: Strategi Baru Menuju Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2026
Proyek ini diharapkan menjadi lumbung pertanian baru yang bukan hanya mendukung ketahanan pangan domestik, tetapi juga memperkuat sektor ekspor komoditas strategis Indonesia sekaligus mendukung ketahanan pangan Palestina.
Dalam MoU ini, kata kunci "investasi" dan "ketahanan pangan" menjadi benang merah antara pembangunan kawasan pertanian dan upaya memperkuat kerja sama internasional.
Zona ini nantinya akan menjadi pusat sinergi pertanian dengan melibatkan pelaku usaha, akademisi, dan sektor swasta dari kedua negara.
Baca Juga: 80 Ribu Koperasi Desa Melaju: Strategi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Menurut data Kementerian Pertanian, kerja sama bilateral seperti ini berpotensi mendorong peningkatan produktivitas hingga 20% melalui teknologi tepat guna dan pelatihan intensif petani.
Palestina sendiri, menurut laporan FAO (Food and Agriculture Organization) 2023, menghadapi krisis pangan akut dengan 1 dari 3 warganya mengalami kerawanan pangan kronis akibat konflik berkepanjangan.
Kerja sama ini juga selaras dengan inisiatif Indonesia di forum internasional seperti G77 dan OIC (Organisasi Kerja Sama Islam) yang terus menyerukan dukungan konkret bagi Palestina, termasuk dalam bidang pertanian dan pangan.
Baca Juga: 80 Ribu Koperasi Desa Melaju: Strategi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Dengan adanya Zona Investasi Pertanian ini, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang tidak hanya vokal di forum internasional, tetapi juga bergerak konkret dalam mendukung kemanusiaan melalui diplomasi pembangunan.***
Artikel Terkait
Pasangan Pian dan Ilham Berhasil Dapat Mobil Avanza di Turnamen Domino Kapolda Sulteng Cup, Berikut Daftar Juara 2 Hingga Ke-20
BREAKING NEWS: Desa Kola-Kola Donggala Dilanda Banjir, Warga Diminta Waspada Potensi Hujan Susulan
Peresmian Jembatan IV Palu Ditunda, Kepala BPJN Sulteng: Masih Tunggu Uji Beban dan Audit Keselamatan
Wakil Wali Kota Palu Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait RPJMD 2025–2029
Usai Insiden Terbakar di Bandung, Publik Pertanyakan Keamanan Baterai Wuling Air EV
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dahsyat, Warga Diminta Waspada Potensi Banjir Lahar
Mentan Warning Pengusaha Beras Nakal, Sebanyak 212 Merek Dilaporkan ke Pihak Berwajib
Kementerian Pariwisata dan Pemkab Manggarai Barat Perkuat Tata Kelola Wisatawan di Labuan Bajo
80 Ribu Koperasi Desa Melaju: Strategi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Transformasi Bantuan Sosial: Strategi Baru Menuju Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2026