Oleh karena itu, Istiwa A’zam menjadi momen langka namun sangat bermanfaat untuk meluruskan arah kiblat, terutama bagi masjid, mushola, dan rumah tinggal yang belum memiliki penentuan arah kiblat yang presisi.
Sebagai tambahan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, Kemenag RI juga selalu mengimbau kantor wilayah dan kantor urusan agama di daerah untuk turut menyosialisasikan fenomena ini ke masyarakat agar terjadi penyeragaman arah kiblat secara nasional.
Dengan adanya fenomena Istiwa A’zam, masyarakat tidak hanya memperoleh pembelajaran astronomi sederhana tetapi juga memperkuat praktik ibadah secara lebih tepat dan ilmiah.***
Artikel Terkait
Surat Pemakzulan Gibran Masuk Antrian DPR, Puan: Kita Proses Sesuai Mekanisme
Kopdes Merah Putih Jadi Motor Penggerak Pengentasan Angka Pengangguran di Desa
Polda Sulteng Sampaikan Perkembangan Kasus Penghinaan Guru Tua; Penyidik Baru Saja Periksa Saksi di Surabaya, Jakarta dan Yogyakarta
Kapolresta Palu Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi untuk Keamanan Kota
Pulau Strategis di Bali dan NTB Diduga Dikuasai Asing, Menteri ATR/BPN Turun Tangan
SBY Soroti Krisis Iklim Dunia: Jangan Biarkan Ambisi dan Ego Kalahkan Kesadaran Lingkungan
Dugaan Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun, Kejagung Periksa Perwakilan Google
115 Putra-Putri Terbaik Dinyatakan Lulus Terpilih Sebagai Calon Anggota Polri di Sulteng
Koperasi Desa Jadi Pilar Ekonomi Baru: Empat Fokus Prabowo Mulai Diterapkan Lewat Kopdes Merah Putih
Jejak Sejarah Koperasi: awal Koperasi ingin lepas dariJeratan Rentenir hingga Kopdes Merah Putih