JAKARTA, METROSELEBES.COM - Jejak Sejarah koperasi di Indonesia telah menempuh perjalanan panjang sejak abad ke-19.
Koperasi bermula dari kepedulian terhadap pegawai yang terjebak jeratan rentenir, hingga kini berkembang sebagai strategi nasional untuk membangun kemandirian ekonomi desa dengan nama Kopdes Merah Putih
Koperasi pertama di Indonesia lahir pada tahun 1896, didirikan oleh R. Aria Wiraatmadja di Purwokerto melalui Hulp en Spaarbank.
Baca Juga: Koperasi Desa Jadi Pilar Ekonomi Baru: Empat Fokus Prabowo Mulai Diterapkan Lewat Kopdes Merah Putih
Tujuan awalnya sangat jelas: membantu pegawai dari cengkeraman rentenir.
Gagasan ini kemudian menginspirasi gerakan yang lebih luas sebagai respons atas ketimpangan sistem ekonomi kolonial.
Mohammad Hatta—yang kelak dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia—memperkuat gagasan ini, mendorong koperasi sebagai jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme.
Memasuki tahun 1946, Margono Djojohadikusumo mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI), bukan hanya sebagai lembaga keuangan nasional, tetapi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat.
Baca Juga: 115 Putra-Putri Terbaik Dinyatakan Lulus Terpilih Sebagai Calon Anggota Polri di Sulteng
Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus dimulai dari desa, dengan koperasi sebagai sarana rakyat untuk mengakses modal dan terbebas dari sistem kolonial.
Transformasi koperasi terus berlanjut di era Orde Baru. Tahun 1978, Bustanil Arifin yang dijuluki Bapak Peternak Sapi Perah Rakyat dan Koperasi Susu, memperkenalkan model koperasi susu berkelanjutan yang membantu peternak kecil mendapat akses teknologi dan pasar.
Sebagai Menteri Muda Urusan Koperasi, ia menjadi pionir dalam mendorong pertumbuhan koperasi berbasis hasil ternak rakyat.
Baca Juga: SBY Soroti Krisis Iklim Dunia: Jangan Biarkan Ambisi dan Ego Kalahkan Kesadaran Lingkungan
Pemikiran ekonomi kerakyatan juga diperkuat oleh Prof. Sumitro Djojohadikusumo saat menjabat Dekan pertama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1955.
Artikel Terkait
Jejak Intelektual Imam Bukhari Jadi Perekat Diplomasi Budaya Indonesia-Uzbekistan
Surat Pemakzulan Gibran Masuk Antrian DPR, Puan: Kita Proses Sesuai Mekanisme
Kopdes Merah Putih Jadi Motor Penggerak Pengentasan Angka Pengangguran di Desa
Polda Sulteng Sampaikan Perkembangan Kasus Penghinaan Guru Tua; Penyidik Baru Saja Periksa Saksi di Surabaya, Jakarta dan Yogyakarta
Kapolresta Palu Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi untuk Keamanan Kota
Pulau Strategis di Bali dan NTB Diduga Dikuasai Asing, Menteri ATR/BPN Turun Tangan
SBY Soroti Krisis Iklim Dunia: Jangan Biarkan Ambisi dan Ego Kalahkan Kesadaran Lingkungan
Dugaan Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun, Kejagung Periksa Perwakilan Google
115 Putra-Putri Terbaik Dinyatakan Lulus Terpilih Sebagai Calon Anggota Polri di Sulteng
Koperasi Desa Jadi Pilar Ekonomi Baru: Empat Fokus Prabowo Mulai Diterapkan Lewat Kopdes Merah Putih