Jejak Sejarah Koperasi: awal Koperasi ingin lepas dariJeratan Rentenir hingga Kopdes Merah Putih

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 3 Juli 2025 | 19:24 WIB
Keperasi bermula dari kepedulian terhadap pegawai yang terjebak jeratan rentenir, hingga kini berkembang sebagai strategi nasional untuk membangun kemandirian ekonomi desa dengan nama Koperasi Desa merah Putih. (Instagram kemenkop)
Keperasi bermula dari kepedulian terhadap pegawai yang terjebak jeratan rentenir, hingga kini berkembang sebagai strategi nasional untuk membangun kemandirian ekonomi desa dengan nama Koperasi Desa merah Putih. (Instagram kemenkop)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Jejak Sejarah koperasi di Indonesia telah menempuh perjalanan panjang sejak abad ke-19.

Koperasi bermula dari kepedulian terhadap pegawai yang terjebak jeratan rentenir, hingga kini berkembang sebagai strategi nasional untuk membangun kemandirian ekonomi desa dengan nama Kopdes Merah Putih

Koperasi pertama di Indonesia lahir pada tahun 1896, didirikan oleh R. Aria Wiraatmadja di Purwokerto melalui Hulp en Spaarbank.

Baca Juga: Koperasi Desa Jadi Pilar Ekonomi Baru: Empat Fokus Prabowo Mulai Diterapkan Lewat Kopdes Merah Putih

Tujuan awalnya sangat jelas: membantu pegawai dari cengkeraman rentenir.

Gagasan ini kemudian menginspirasi gerakan yang lebih luas sebagai respons atas ketimpangan sistem ekonomi kolonial.

Mohammad Hatta—yang kelak dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia—memperkuat gagasan ini, mendorong koperasi sebagai jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme.

Memasuki tahun 1946, Margono Djojohadikusumo mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI), bukan hanya sebagai lembaga keuangan nasional, tetapi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat.

Baca Juga: 115 Putra-Putri Terbaik Dinyatakan Lulus Terpilih Sebagai Calon Anggota Polri di Sulteng

Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus dimulai dari desa, dengan koperasi sebagai sarana rakyat untuk mengakses modal dan terbebas dari sistem kolonial.

Transformasi koperasi terus berlanjut di era Orde Baru. Tahun 1978, Bustanil Arifin yang dijuluki Bapak Peternak Sapi Perah Rakyat dan Koperasi Susu, memperkenalkan model koperasi susu berkelanjutan yang membantu peternak kecil mendapat akses teknologi dan pasar.

Sebagai Menteri Muda Urusan Koperasi, ia menjadi pionir dalam mendorong pertumbuhan koperasi berbasis hasil ternak rakyat.

Baca Juga: SBY Soroti Krisis Iklim Dunia: Jangan Biarkan Ambisi dan Ego Kalahkan Kesadaran Lingkungan

Pemikiran ekonomi kerakyatan juga diperkuat oleh Prof. Sumitro Djojohadikusumo saat menjabat Dekan pertama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1955.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X