JAKARTA, METROSELEBES.COM – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi dunia saat ini yang dinilainya semakin abai terhadap isu krisis iklim.
SBY menyesalkan para pemimpin dunia yang justru sibuk mengejar ambisi dan kepentingan geopolitik, namun mengesampingkan persoalan lingkungan yang kian genting.
Baca Juga: Eks Menteri Kelautan Era SBY Jadi Sosok di Balik Izin Tambang PT KSM yang Dicabut Prabowo
Hal ini disampaikan SBY saat peluncuran lagu berjudul Save Our World yang digelar di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2025).
Dalam acara tersebut, SBY tampil lugas menyoroti kegagalan banyak negara dalam membangun kesadaran kolektif untuk melawan perubahan iklim.
"Kalau situasi masih seperti ini, saya khawatir makin menjauh kesadaran dunia untuk melawan perubahan iklim dan mengurangi kemiskinan global," ujar SBY dalam siaran resmi YouTube miliknya.
Baca Juga: Pulau Strategis di Bali dan NTB Diduga Dikuasai Asing, Menteri ATR/BPN Turun Tangan
Ia menegaskan bahwa kini dunia justru dipenuhi oleh konflik geopolitik, perang, serta kepentingan yang digerakkan oleh ambisi dan ego semata.
"Yang ada kini hanya geopolitik, perang, ambisi, ego, dan sebagainya. Saya tidak suka dengan pemimpin dunia yang tidak peduli terhadap isu lingkungan," tegasnya.
SBY pun mengingatkan pentingnya kebersamaan lintas sektor dalam mengatasi krisis lingkungan dan perubahan iklim. Ia menekankan bahwa persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak semata.
"Semua elemen di sebuah negara harus bekerja penuh. Mesin harus berfungsi secara efektif. Baik pembuat kebijakan, pemimpin pusat dan daerah, civil society, hingga pemimpin di dunia pendidikan," paparnya.
Baca Juga: Pemerataan ASN Mandek, DPR Desak Regulasi Baru untuk Daerah 3T
Menurut SBY, kesadaran kolektif harus dibangun dari seluruh lapisan masyarakat. Ia menolak pendekatan sektoral dan menekankan bahwa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan harus dimulai dari diri sendiri.
"Ini bukan main-main. Tidak boleh hanya menggantungkan pada para ahli atau kementerian lingkungan hidup. Kita semua harus sadar dan bertanggung jawab," pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Sithik Tarjikan Alami Kecelakaan di Jalur Santigi, Diduga Patah Tulang Lengan Kanan
Surat Izin Dapur BGN Dipertanyakan, DPR RI Soroti Penghalang Pengawasan Pangan
Lima Komoditas Ini Bisa Jadi Tambang Emas Baru Lewat Hilirisasi
Pemerataan ASN Mandek, DPR Desak Regulasi Baru untuk Daerah 3T
Jejak Intelektual Imam Bukhari Jadi Perekat Diplomasi Budaya Indonesia-Uzbekistan
Surat Pemakzulan Gibran Masuk Antrian DPR, Puan: Kita Proses Sesuai Mekanisme
Kopdes Merah Putih Jadi Motor Penggerak Pengentasan Angka Pengangguran di Desa
Polda Sulteng Sampaikan Perkembangan Kasus Penghinaan Guru Tua; Penyidik Baru Saja Periksa Saksi di Surabaya, Jakarta dan Yogyakarta
Kapolresta Palu Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi untuk Keamanan Kota
Pulau Strategis di Bali dan NTB Diduga Dikuasai Asing, Menteri ATR/BPN Turun Tangan