AMBON – METROSELEBES.COM - Sejak awal tahun 2025, harga beras di wilayah Maluku dan Papua melonjak tinggi, melampaui batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Bahkan, sempat tercatat kenaikan hingga 25,73% dari HET. Meskipun terjadi penurunan pada Juni, selisih harga masih tergolong besar dan menekan daya beli masyarakat.
Menanggapi lonjakan harga ini, Kantor Staf Presiden (KSP) turut aktif dalam forum-forum pengendalian inflasi.
Salah satu langkah penting adalah mendorong implementasi kembali program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk wilayah dengan harga tertinggi, termasuk Papua dan Maluku.
Baca Juga: Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global
Sebagai bentuk langkah konkret, pemerintah mengalokasikan 250.000 ton beras yang akan disalurkan secara selektif pada bulan Juni hingga Juli 2025.
Tujuannya jelas: menjaga ketersediaan beras dan menekan harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataannya di Panen Raya Nasional di Majalengka pada 7 April 2025 menyampaikan, “Saya ingin jadi Presiden, ingin jadi pemimpin yang berhasil menurunkan harga pangan untuk rakyat Indonesia. Kita akan bahagia kalau rakyat kita senyum, kita akan bahagia kalau para petani kita makmur.”
Baca Juga: Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam
Pernyataan ini menegaskan komitmen Presiden terhadap stabilitas harga pangan sebagai bagian dari kesejahteraan nasional.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), wilayah Papua kerap mencatat rata-rata harga beras tertinggi secara nasional.
Pada Mei 2025, rata-rata harga beras medium di Papua mencapai Rp15.200/kg, sedangkan HET hanya Rp10.900/kg. Kesenjangan inilah yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.
Baca Juga: Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional
Artikel Terkait
Sepupu Bashar al-Assad Ditangkap, Otoritas Baru Suriah Perketat Pembersihan Rezim Lama
Misi Evakuasi Sunyi: Diplomasi Senyap Selamatkan WNI dari Iran dan Israel
Komandan Senior Iran Tewas, Ketegangan Memuncak dalam Perang Udara Israel-Iran yang Berlangsung Lebih dari Seminggu
Sinergi Gizi Nasional: KSP Perkuat Aksi Cepat MBG di Daerah 3T
Akselerasi Terhambat, Zona B Tol Ciawi–Sukabumi Dikebut Rampung Agustus
Kolaborasi Hijau Sumbar: Komisi IV DPR RI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Alam
Syarhei Tsikhanouski Dibebaskan dari Penjara, Tsikhanouskaya Desak Pembebasan Tahanan Politik Lainnya
Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional
Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam
Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global