Gubernur Anwar menegaskan inisiatif ini sudah sejalan dengan visi “BERANI” Sulteng: lulusan harus punya dua opsi—kuliah atau bekerja profesional .
Antaranews menyebut bahwa MoU itu ditandatangani oleh Menteri Karding dan pemerintah Sulteng bersama lima daerah (Palu, Sigi, Donggala, Poso, Parigi Moutong), serta secara resmi membentuk Migran Center tingkat kabupaten untuk menyediakan layanan satu pintu persiapan keberangkatan .
Secara keseluruhan, deklarasi ini menjadi sinyal nyata bahwa Sulawesi Tengah bergerak serius menuntaskan kerawanan warga menjadi pekerja migran ilegal—dengan mengubah desa-desa “kantong korban” menjadi lumbung SDM migran unggul.
Baca Juga: Kampus Bhinneka Tangguh Unhan RI Diresmikan, Jadi Pilar Pendidikan Patriotik Masa Depan
Tantangannya kini adalah pelaksanaan di lapangan: edukasi masif, pengawasan lancar, dan penegakan hukum cepat agar cita-cita ini bukan sekadar serimonial, melainkan langkah konkret membentengi masyarakat Sulteng dari TPPO dan jalur migrasi non-prosedural.
Artikel Terkait
Taktik Baru ICE Dikecam: Target Penangkapan Harian Tiga Kali Lipat, Warga Tak Berdokumen Jadi Sasaran Acak
Mentan Amran Targetkan Swasembada Gula 2028-2030
Deklarasi Bersih dari Korupsi: Kemenkop Kawal 80.000 Kopdes Merah Putih dengan Integritas
Los Angeles Mencekam: Aksi Protes Imigrasi Meluas, Trump Kirim Marinir dan National Guard
Mimpi Gaji Tinggi Berujung Jerat: Waspada Penipuan Berkedok Kerja di Luar Negeri
Kampus Bhinneka Tangguh Unhan RI Diresmikan, Jadi Pilar Pendidikan Patriotik Masa Depan
Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Baru: China Suplai Mineral Langka, AS Buka Pintu bagi Mahasiswa Tiongkok
Filantropi Militer: Menelusuri Jejak Kemanusiaan D.I. Pandjaitan di Tengah Dinamika Patriotisme Kontemporer
Dari London ke Washington: Ketidakpastian Dagang Bayangi Laporan Inflasi AS
Sterling Mendekati Puncak, Tapi Fiskal Inggris Di Ujung Tanduk?