Sebagai informasi tambahan, data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 mencatat bahwa prevalensi stunting nasional masih berada pada angka 21,6%.
Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi di bawah 14% pada tahun 2024.
Inisiatif seperti dapur MBG ini dianggap sangat krusial untuk mempercepat pencapaian target tersebut, mengingat pendekatan langsung dengan distribusi makanan bergizi terbukti efektif dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di berbagai daerah.
Baca Juga: Sekolah Lontara: Menjaga Akar, Merangkai Masa Depan Budaya Bugis-Makassar
Program MBG sendiri merupakan salah satu strategi terintegrasi nasional dalam pemenuhan gizi yang diarahkan untuk menjangkau kelompok-kelompok masyarakat yang sulit mengakses makanan sehat dan bergizi.
Dengan kapasitas harian hingga 3.500 porsi, dapur ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Sumatera Barat dan menjadi model percontohan nasional.***
Artikel Terkait
Menteri Lingkungan Hidup Tegaskan PT GAG Nikel Tak Langgar Aturan, Ungkap Dua Perusahaan Lain Rusak Lingkungan Raja Ampat
Empat Warga Palestina Tewas Ditembak Militer Israel di Dekat Lokasi Distribusi Bantuan di Gaza Selatan
Menteri Lingkuan Hidup Tegaskan Operasional PT GAG Nikel Sesuai Aturan, Tapi Izin Tambang di Pulau Kecil Tetap Akan Ditinjau
Bukan Pulau Gag, Aktivitas Dua Perusahaan Ini Justru Ancam Geopark Raja Ampat
Iran Kecam Keras Larangan Bepergian AS: Bentuk Permusuhan Mendalam terhadap Iran dan Muslim
Mereda Setelah Memanas: Thailand dan Kamboja Sepakat Mundur ke Posisi Semula di Tengah Ketegangan Perbatasan
Sekolah Lontara: Menjaga Akar, Merangkai Masa Depan Budaya Bugis-Makassar
Upaya Pembunuhan Menggemparkan Kolombia: Senator Miguel Uribe Kritis Usai Ditembak dalam Acara Kampanye
Bendungan Mbay, Solusi Strategis Reduksi Banjir dan Ketahanan Pangan NTT
Rompi Api Sinergi: Sri Mulyani & Sjafrie Jaga Garis Depan Keuangan dan Pertahanan di Nduga