Bendungan Mbay, Solusi Strategis Reduksi Banjir dan Ketahanan Pangan NTT

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Minggu, 8 Juni 2025 | 21:21 WIB
Bendungan Mbay juga berperan vital dalam reduksi potensi banjir Sungai Aesesa dengan kapasitas pengendalian aliran air mencapai 498,85 m³/detik, yang diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di area seluas 320 hektare. (Instagram kementerianpu)
Bendungan Mbay juga berperan vital dalam reduksi potensi banjir Sungai Aesesa dengan kapasitas pengendalian aliran air mencapai 498,85 m³/detik, yang diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di area seluas 320 hektare. (Instagram kementerianpu)

 

MBAY, METROSELEBES.COM – Pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan progres signifikan sebagai bagian dari solusi strategis untuk mengatasi persoalan air baku, irigasi pertanian, dan mitigasi banjir.

Proyek ini telah mencapai progres konstruksi sebesar 80,69% hingga akhir Mei 2025, dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Salah satu keunggulan utama dari bendungan ini adalah kemampuannya menyuplai air baku sebesar 205 liter/detik bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga: Upaya Pembunuhan Menggemparkan Kolombia: Senator Miguel Uribe Kritis Usai Ditembak dalam Acara Kampanye

Tak hanya itu, Bendungan Mbay juga berperan vital dalam reduksi potensi banjir Sungai Aesesa dengan kapasitas pengendalian aliran air mencapai 498,85 m³/detik, yang diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di area seluas 320 hektare.

Peran "reduksi banjir" menjadi salah satu fokus utama dalam proyek infrastruktur ini, seiring meningkatnya ancaman perubahan iklim di wilayah timur Indonesia.

Bendungan ini juga dirancang untuk mendukung ketahanan pangan melalui sistem irigasi yang luas. Dengan kapasitas tampung mencapai 52,89 juta m³, Bendungan Mbay ditargetkan mengairi lahan pertanian seluas 6.420 hektare, termasuk potensi pengembangan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Mbay Kiri seluas 1.951 hektare.

Baca Juga: Sekolah Lontara: Menjaga Akar, Merangkai Masa Depan Budaya Bugis-Makassar

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa infrastruktur sumber daya air merupakan elemen penting dalam pencapaian swasembada pangan nasional.

"Salah satu contohnya adalah pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian," tegasnya.

Sebagai pembanding, proyek serupa yang telah berhasil adalah Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang selesai pada 2018, yang kini telah mendukung pertanian setempat secara signifikan dan mengurangi ketergantungan petani terhadap musim hujan.

Baca Juga: Iran Kecam Keras Larangan Bepergian AS: Bentuk Permusuhan Mendalam terhadap Iran dan Muslim

Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga 2024 terdapat 61 bendungan yang telah selesai dibangun sejak 2015, dan akan terus bertambah untuk mendukung ketahanan air nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X