MBAY, METROSELEBES.COM – Pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan progres signifikan sebagai bagian dari solusi strategis untuk mengatasi persoalan air baku, irigasi pertanian, dan mitigasi banjir.
Proyek ini telah mencapai progres konstruksi sebesar 80,69% hingga akhir Mei 2025, dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Salah satu keunggulan utama dari bendungan ini adalah kemampuannya menyuplai air baku sebesar 205 liter/detik bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo.
Tak hanya itu, Bendungan Mbay juga berperan vital dalam reduksi potensi banjir Sungai Aesesa dengan kapasitas pengendalian aliran air mencapai 498,85 m³/detik, yang diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di area seluas 320 hektare.
Peran "reduksi banjir" menjadi salah satu fokus utama dalam proyek infrastruktur ini, seiring meningkatnya ancaman perubahan iklim di wilayah timur Indonesia.
Bendungan ini juga dirancang untuk mendukung ketahanan pangan melalui sistem irigasi yang luas. Dengan kapasitas tampung mencapai 52,89 juta m³, Bendungan Mbay ditargetkan mengairi lahan pertanian seluas 6.420 hektare, termasuk potensi pengembangan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Mbay Kiri seluas 1.951 hektare.
Baca Juga: Sekolah Lontara: Menjaga Akar, Merangkai Masa Depan Budaya Bugis-Makassar
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa infrastruktur sumber daya air merupakan elemen penting dalam pencapaian swasembada pangan nasional.
"Salah satu contohnya adalah pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian," tegasnya.
Sebagai pembanding, proyek serupa yang telah berhasil adalah Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang selesai pada 2018, yang kini telah mendukung pertanian setempat secara signifikan dan mengurangi ketergantungan petani terhadap musim hujan.
Baca Juga: Iran Kecam Keras Larangan Bepergian AS: Bentuk Permusuhan Mendalam terhadap Iran dan Muslim
Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga 2024 terdapat 61 bendungan yang telah selesai dibangun sejak 2015, dan akan terus bertambah untuk mendukung ketahanan air nasional.
Artikel Terkait
Kunjungi Nduga Papua Pegunungan, Sri Mulyani Pakai Rompi Antipeluru: Mungkin Belum Pernah Ada Menteri Keuangan ke Sini
Ganjar Sindir Soal Pertemuan Prabowo-Megawati: Nasi Gorengnya Belum Dimakan
Menteri Lingkungan Hidup Tegaskan PT GAG Nikel Tak Langgar Aturan, Ungkap Dua Perusahaan Lain Rusak Lingkungan Raja Ampat
Empat Warga Palestina Tewas Ditembak Militer Israel di Dekat Lokasi Distribusi Bantuan di Gaza Selatan
Menteri Lingkuan Hidup Tegaskan Operasional PT GAG Nikel Sesuai Aturan, Tapi Izin Tambang di Pulau Kecil Tetap Akan Ditinjau
Bukan Pulau Gag, Aktivitas Dua Perusahaan Ini Justru Ancam Geopark Raja Ampat
Iran Kecam Keras Larangan Bepergian AS: Bentuk Permusuhan Mendalam terhadap Iran dan Muslim
Mereda Setelah Memanas: Thailand dan Kamboja Sepakat Mundur ke Posisi Semula di Tengah Ketegangan Perbatasan
Sekolah Lontara: Menjaga Akar, Merangkai Masa Depan Budaya Bugis-Makassar
Upaya Pembunuhan Menggemparkan Kolombia: Senator Miguel Uribe Kritis Usai Ditembak dalam Acara Kampanye