GAZA,METROSELEBES.COM-Empat warga Palestina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah pasukan militer Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga yang sedang menuju lokasi distribusi bantuan di Rafah, Gaza selatan, Minggu pagi waktu setempat. Informasi ini disampaikan oleh paramedis Palestina di lapangan. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (08/06/2025).
Militer Israel mengonfirmasi bahwa pasukannya memang melepaskan tembakan di wilayah Gaza selatan. Namun, mereka menyatakan bahwa tembakan tersebut merupakan "tembakan peringatan" yang ditujukan kepada sekelompok orang yang mendekati posisi militer dan dianggap sebagai ancaman. Sebelumnya, militer mengklaim telah memberikan peringatan lisan agar warga menjauhi area tersebut, yang dikategorikan sebagai zona militer aktif saat kejadian berlangsung.
Insiden ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian penembakan di sekitar titik-titik distribusi bantuan di Gaza selatan sejak kelompok Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat, mulai menyalurkan bantuan pada akhir Mei lalu. Kelompok ini menyalurkan bantuan dengan melewati jalur lembaga bantuan tradisional yang mengeluhkan pembatasan distribusi akibat blokade Israel di wilayah tersebut.
Baca Juga: Ganjar Sindir Soal Pertemuan Prabowo-Megawati: Nasi Gorengnya Belum Dimakan
Paramedis di Gaza mengatakan bahwa keempat korban tewas telah dievakuasi dari lokasi distribusi bantuan di kota Rafah. Media yang berafiliasi dengan kelompok Hamas melaporkan bahwa penembakan oleh pasukan Israel terjadi di dekat lokasi distribusi yang dikelola oleh GHF.
Pihak militer Israel menetapkan bahwa akses menuju pusat distribusi bantuan GHF hanya diizinkan pada pukul 06.00 hingga 18.00. Di luar waktu tersebut, wilayah tersebut dinyatakan sebagai zona militer tertutup. Militer juga mengakui adanya laporan korban luka, tetapi tidak memberikan rincian jumlahnya.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa sedikitnya 104 orang tewas dalam 24 jam terakhir, termasuk lima orang yang berada di dekat pusat distribusi bantuan di Gaza bagian selatan dan tengah.
Baca Juga: Gubernur Papua Barat Daya Tegaskan Pulau Gag Tak Tercemar Tambang Nikel: Pemberitaan Itu Hoak
Salah satu korban, Khaled Doghmah (36), dilaporkan tewas ditembak di kepala saat hendak mengambil bantuan makanan untuk keluarganya yang terdiri dari lima anak. "Dia pergi untuk mencari makan bagi anak-anaknya karena kami bahkan tidak punya sejumput tepung di rumah," kata bibinya, Salwah, saat pemakaman.
Artikel Terkait
Latihan Gabungan Militer dan Penjaga Pantai Taiwan Hadapi Ancaman "Grey Zone" dari China
Idul Adha 1446 Hijriah, Warga Jawa di Sulteng Berkurban 232 Ekor Sapi
Terduga Pelaku Pencurian Diamuk Massa di Kabonena, Polisi Amankan Barang Bukti
Bhabinkamtibmas Ueralulu Ajak Warga Bersatu Lawan Paham Radikalisme
Egy Maulana Vikri Tak Gentar Hadapi Jepang: Skuad Utama, Kedua, Atau Ketiga, Kami Siap Tempur
Kunjungi Pulau Gag, Menteri Bahlil Disambut Warga yang Minta Tambang Nikel Tetap Beroperasi
Komisi III DPR RI Tolak Wacana Legalisasi Kasino, Hasbiallah Ilyas: Belum Waktunya ada di Indonesia
Gubernur Papua Barat Daya Tegaskan Pulau Gag Tak Tercemar Tambang Nikel: Pemberitaan Itu Hoak
Kunjungi Nduga Papua Pegunungan, Sri Mulyani Pakai Rompi Antipeluru: Mungkin Belum Pernah Ada Menteri Keuangan ke Sini
Ganjar Sindir Soal Pertemuan Prabowo-Megawati: Nasi Gorengnya Belum Dimakan