Partisipasi aktif masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan sangat diperlukan agar setiap anak Indonesia bebas dari stunting dan bisa tumbuh optimal menjadi generasi emas bangsa.
Menurut UNICEF Indonesia, anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan perkembangan otak, rendahnya prestasi akademik, hingga rendahnya produktivitas ekonomi saat dewasa.
Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, dimulai dari masa kehamilan.
Baca Juga: Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Bukti Kemandirian Pertanian Nasional
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun menyatakan bahwa keterlibatan lintas sektor, termasuk pendidikan dan sanitasi, memegang peranan penting dalam mempercepat penurunan stunting di Indonesia.
Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, Indonesia semakin dekat dengan visi “Generasi Emas” tahun 2045.
Penurunan angka stunting bukan hanya statistik, tapi harapan nyata untuk masa depan anak bangsa.***
Artikel Terkait
TBC Menyerang Diam-Diam: Indonesia Urutan Kedua Dunia, Mampukah Tercapai Eliminasi 2030?
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Bukti Kemandirian Pertanian Nasional
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Langkah Strategis Menuju Lumbung Pangan Dunia
Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
Musalem: Risiko Inflasi Berkepanjangan Akibat Tarif Trump Capai 50%, The Fed Waspada Hingga Musim Panas
Bank of England Mulai Ragu: Apakah Inflasi Masih Bisa Dikendalikan?
Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina
Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer
Woodka, Arloji Lokal yang Tak Sekadar Waktu: Menenun Karya, Memberdayakan Bangsa
Tesla Bangkit dari Jurang Kerugian, Tapi Drama Musk vs Trump Belum Usai