Woodka, Arloji Lokal yang Tak Sekadar Waktu: Menenun Karya, Memberdayakan Bangsa

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 20:16 WIB
Woodka, sebuah brand jam tangan kayu asal Yogyakarta, justru membuktikan bahwa produk lokal mampu menjadi lebih dari sekadar produk: ia bisa menjadi wadah karya dan pemberdayaan masyarakat. (Instagram Kemenkopmri)
Woodka, sebuah brand jam tangan kayu asal Yogyakarta, justru membuktikan bahwa produk lokal mampu menjadi lebih dari sekadar produk: ia bisa menjadi wadah karya dan pemberdayaan masyarakat. (Instagram Kemenkopmri)

 

YOGYAKARTA, METROSELEBES.COM – Dalam era modern yang serba cepat, merek lokal seringkali dipandang sebelah mata.

Namun, Woodka, sebuah brand jam tangan kayu asal Yogyakarta, justru membuktikan bahwa produk lokal mampu menjadi lebih dari sekadar produk: ia bisa menjadi wadah karya dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan pendekatan berkelanjutan dan inklusif, Woodka, Arloji Lokal yang menghadirkan kombinasi antara desain unik, nilai budaya lokal, serta misi sosial yang kuat.

Baca Juga: Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer

Woodka mempekerjakan 20 orang di Yogyakarta dan memberdayakan 12 penjahit perempuan di Garut untuk merajut tali jam tangan secara handmade.

Tidak hanya menciptakan produk estetis dan fungsional, Woodka juga mengusung nilai keberlanjutan dengan membuka ruang kreativitas bagi perempuan agar tetap dapat berkarya dari rumah.

Budaya Lokal dalam Setiap Detik

Nama Woodka sendiri berasal dari kata “Wood” (kayu) dan “Ka” (karya), mencerminkan filosofi mendalam tentang karya berbasis kayu yang menjadi identitas brand ini.

Baca Juga: Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina

Dalam setiap desain jam tangan Woodka, budaya lokal Indonesia dihadirkan secara kasual dan menyenangkan (fun), membuatnya cocok dipakai sehari-hari sambil tetap membawa nilai kearifan lokal.

Trianita Adhi, co-founder dan Brand Director Woodka, menegaskan bahwa sejak awal pihaknya percaya brand lokal harus menjadi enabler bagi masyarakat sekitar, terutama pengrajin lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bisnis lokal bisa menjadi penggerak perubahan, bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sosial,” ujar lulusan School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung ini.

Baca Juga: Musalem: Risiko Inflasi Berkepanjangan Akibat Tarif Trump Capai 50%, The Fed Waspada Hingga Musim Panas

Pendekatan Berbasis Kolaborasi dan Dampak Sosial

Tak hanya memproduksi barang, Woodka juga menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X