“Anak saya berubah, lebih tenang, dan sopan. Dulu sering ikut tawuran, sekarang jauh lebih lembut,” ungkap Yeni penuh haru. “Mudah-mudahan dia bisa terus jadi anak yang lebih baik,” tambahnya.
Program bela negara ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan nyata bagi para remaja yang sempat terjerumus ke jalan yang salah, sekaligus menjadi model pembinaan karakter yang bisa ditiru daerah lain di Indonesia. ***
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Formalitas, Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran
Paus Leo XIV Resmi Dilantik, Catat Sejarah Sebagai Paus Pertama Dari Amerika Serikat
Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kembali Mencuat, Simak Lagi Pengakuan Teman Seangkatannya di UGM
Skandal Grup ‘Fantasi Sedarah’ di Facebook, Komdigi Minta Meta Hapus 30 Konten Serupa
Pesan Mendalam di Balik Jalan Sehat Hardiknas 2025
Ketakutan Terpendam Megawati Soekarnoputri: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pedang Bermata Dua
Kasino Disulap Jadi Sumber PAD? Ini Alarm Bahaya Bagi Moral Bangsa
Menteri PKP Gencar Berantas Korupsi di Sektor Perumahan, Saluran Aduan BENAR PKP Diluncurkan
Polisi Amankan Guru Ngaji Terduga Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Palu Selatan
Sebanyak 103 Formasi CPNS Pemprov Sulteng Masih Kosong, Didominasi Tenaga Teknis