JAKARTA, METROSELEBES.COM — Ketakutan dalam pernyataan yang mengejutkan publik, ketika mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri sebenarnya mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset, namun menyimpan ketakutan terpendam soal potensi penyalahgunaannya oleh aparat penegak hukum.
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan itu mengaku khawatir RUU tersebut akan menjadi pedang bermata dua jika disalahgunakan oleh polisi atau jaksa untuk merampas aset milik seseorang yang belum tentu terbukti korupsi.
Ketakutan ini muncul seiring dengan kekhawatiran akan ketidakadilan dalam proses hukum yang bisa mencederai prinsip hak asasi dan kepastian hukum.
Baca Juga: Pesan Mendalam di Balik Jalan Sehat Hardiknas 2025
Mahfud MD menyampaikan hal ini usai bertemu langsung dengan Megawati dalam sebuah pertemuan pribadi, di mana sang tokoh menyampaikan sikap aslinya terhadap RUU tersebut. Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya penolakan dari DPR atas RUU Pengawasan Aset yang berkaitan erat dengan upaya pemberantasan korupsi.
RUU Perampasan Aset sendiri menjadi salah satu regulasi penting yang digadang-gadang dapat memperkuat langkah negara dalam mengembalikan aset hasil tindak pidana korupsi.
Namun, seperti dilansir oleh berbagai sumber lain, polemik justru muncul karena belum adanya payung hukum yang kuat dan mekanisme pengawasan yang ketat untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat penegak hukum.
Baca Juga: Skandal Grup ‘Fantasi Sedarah’ di Facebook, Komdigi Minta Meta Hapus 30 Konten Serupa
Dengan demikian, dukungan Megawati terhadap RUU ini menjadi menarik karena dibarengi dengan catatan penting soal akuntabilitas dan integritas penegak hukum. Sikap ini bisa menjadi titik tengah antara kebutuhan akan penegakan hukum yang tegas dan perlindungan terhadap potensi kriminalisasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Isu RUU Perampasan Aset ini akan menjadi sorotan politik dan hukum dalam waktu dekat, dan publik akan menunggu bagaimana langkah konkret pemerintah serta DPR untuk memastikan bahwa ketakutan tersebut tidak menjadi kenyataan.***
Artikel Terkait
Strategi Langka! Ribuan Peluang Kerja Hadir di Tengah Kota, Jangan Sampai Terlewat
Serangan Udara Israel Tewaskan Lebih dari 100 Warga Gaza di Tengah Upaya Gencatan Senjata
Pendaki Inggris Kenton Cool Ukir Sejarah, Taklukkan Everest untuk ke-19 Kali
Usai Perundingan Damai Gagal, Rusia Hujani Ukraina dengan 273 Drone
Israel dan Hamas Bahas Akhiri Perang di Doha, Netanyahu Tekankan Syarat Tegas
Bukan Sekadar Formalitas, Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran
Paus Leo XIV Resmi Dilantik, Catat Sejarah Sebagai Paus Pertama Dari Amerika Serikat
Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kembali Mencuat, Simak Lagi Pengakuan Teman Seangkatannya di UGM
Skandal Grup ‘Fantasi Sedarah’ di Facebook, Komdigi Minta Meta Hapus 30 Konten Serupa
Pesan Mendalam di Balik Jalan Sehat Hardiknas 2025