internasional

Perusahaan China Ramai-ramai Pindahkan Investasi Ke Indonesia Demi Hindari Tarif AS

Jumat, 15 Agustus 2025 | 05:35 WIB
Foto Ilustrasi - Perusahaan China beramai-ramai memindahkan investasi ke Indonesia. (Foto : Unsplash/andylid0)

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Indonesia kini menjadi magnet baru bagi perusahaan-perusahaan asal China yang ingin menghindari tarif impor tinggi dari Amerika Serikat (AS).

Sejumlah pelaku industri menyebut, minat ekspansi dari Negeri Tirai Bambu ke Tanah Air meningkat tajam sepanjang 2025.

Pendiri perusahaan konsultan lahan industri PT Yard Zeal Indonesia, Gao Xiaoyu, mengaku kebanjiran permintaan dari perusahaan China yang berencana membangun operasi di Indonesia.

Baca Juga: Pasar Saham Asia Menguat Tipis, Investor Tunggu Data Inflasi AS dan Pertemuan Trump–Putin

“Kami cukup sibuk akhir-akhir ini. Kami rapat dari pagi sampai malam,” ujar Gao, yang memulai bisnis pada 2021 dengan empat karyawan dan kini telah memiliki lebih dari 40 karyawan, dilansir Reuters, Kamis (14/8/2025).

Tarif impor AS untuk barang dari Indonesia saat ini sebesar 19 persen, setara Malaysia, Filipina, dan Thailand, serta sedikit di bawah Vietnam yang dikenakan 20 persen. Sementara, produk dari China menghadapi tarif di atas 30 persen.

Baca Juga: AvtoVAZ Pertimbangkan Kerja 4 Hari Seminggu di Tengah Penurunan Penjualan dan Persaingan Ketat dari China

Ditambah pasar domestik yang luas dan pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai 5,12 persen tertinggi dalam dua tahun Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibanding negara tetangga.

“Jika kamu bisa membangun bisnis yang kuat di Indonesia, pada dasarnya kamu telah menguasai separuh pasar Asia Tenggara,” kata Zhang Chao, produsen lampu depan sepeda motor asal China yang kini menjual produknya di Indonesia.

Lonjakan minat investor ini turut memicu kenaikan harga properti industri dan gudang hingga 25 persen secara tahunan pada kuartal I 2025, kenaikan tercepat dalam dua dekade.

Baca Juga: Koreksi Kontroversial: Media Industri Otomotif China Ralat Laporan Soal Larangan Penjualan Mobil Baru Dalam 6 Bulan

“Telepon, email, dan WeChat kami dipenuhi pelanggan baru. Kebetulan semuanya dari Tiongkok,” ungkap VP Penjualan dan Pemasaran Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo.

Country Head Bank of America untuk Indonesia, Mira Arifin, menambahkan bahwa demografi muda dan talenta besar menjadi daya tarik utama. Hubungan bilateral yang semakin erat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga mendorong masuknya investasi.

Baca Juga: Trump Umumkan Tarif 15% untuk Impor Korea Selatan, Disertai Investasi Raksasa $350 Miliar di AS

Halaman:

Tags

Terkini