Namun, skenario perang nyata berisiko menjebak pasukan Singapura di Taiwan atau menjadikannya alat tawar-menawar militer dan diplomatik bagi Tiongkok. Meski demikian, sebagian analis menilai Beijing justru memiliki insentif untuk memfasilitasi evakuasi warga Asia Tenggara demi menjaga citra netral di kawasan.
Ancaman konflik di Taiwan kian nyata. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth baru-baru ini menyebut potensi serangan Tiongkok “sangat dekat” di tengah intensifnya operasi udara dan laut Tentara Pembebasan Rakyat di sekitar pulau tersebut. Di sisi lain, pemerintah Taiwan menegaskan masa depan mereka hanya bisa ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
Baca Juga: Jawab Kelakar Prabowo Soal PSI Atau Gerindra, Budi Arie Tegaskan Siap Ikuti Perintah Presiden
Latihan simulasi ini, meski fiktif, menjadi pengingat bagi negara-negara ASEAN bahwa akses, hubungan militer, dan kesiapan teknis adalah faktor penting dalam menghadapi kemungkinan krisis Taiwan. Singapura terbukti memiliki modal tersebut, sementara negara lain di kawasan masih harus membangun jaringan tidak resmi untuk mampu bertindak cepat dalam situasi darurat.