Sementara itu, saham raksasa logistik FedEx anjlok 5,5% dalam perdagangan pra-pasar setelah perusahaan memproyeksikan laba kuartalan yang berada di bawah ekspektasi pasar akibat dampak tarif terhadap permintaan global. Saham saingannya, UPS, juga terkoreksi 1,1%.
Di tengah penguatan pasar, investor turut memantau pertemuan para pemimpin NATO di Eropa, yang difokuskan pada komitmen peningkatan anggaran pertahanan. Pertemuan singkat ini dirancang untuk mengakomodasi Presiden Trump, yang kembali menegaskan dukungannya terhadap aliansi namun menegur anggota yang belum memenuhi target belanja militer.
Baca Juga: Utusan Trump: Pembicaraan AS-Iran Menjanjikan, Peluang Damai Jangka Panjang Terbuka
Data akhir PDB kuartal pertama dari Departemen Perdagangan dijadwalkan rilis pada Kamis, disusul laporan belanja konsumen (PCE) pada Jumat yang akan menjadi indikator penting untuk mengukur dampak ekonomi dari kebijakan tarif Trump sepanjang tahun ini.
Dari sektor korporasi, saham General Mills turun 1,8% setelah produsen makanan kemasan itu memperkirakan laba tahunan di bawah ekspektasi. Di sisi lain, saham Blackberry yang terdaftar di bursa AS melonjak 9% setelah perusahaan keamanan siber itu merevisi naik proyeksi pendapatan tahunannya, seiring meningkatnya permintaan di tengah melonjaknya kejahatan dunia maya.