DAMASKUS,METROSELEBES.COM-Pasukan keamanan Suriah menahan Wassim al-Assad, sepupu dari mantan Presiden Bashar al-Assad, dalam upaya terbaru pemerintah baru untuk memburu tokoh-tokoh penting dari rezim yang telah digulingkan. Penangkapan ini dikonfirmasi oleh kantor berita resmi Suriah, SANA, pada Sabtu (21/06/2025).
Baca Juga: Israel Klaim Bunuh Komandan Tertinggi Iran, Perang Udara Makin Memanas di Tengah Ketegangan Nuklir
Wassim al-Assad dikenal sebagai salah satu tokoh militer kunci dalam lingkaran dekat Bashar al-Assad. Ia sebelumnya dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada tahun 2023 atas perannya sebagai pemimpin pasukan paramiliter yang mendukung tentara Assad. Selain itu, ia juga dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba, termasuk distribusi captagon—obat stimulan mirip amfetamin yang populer di kawasan Timur Tengah.
Bashar al-Assad sendiri digulingkan pada Desember 2024 oleh pemberontakan bersenjata yang dipimpin kelompok Islamis, setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan dalam dan luar negeri. Sejak kejatuhannya, Assad dilaporkan melarikan diri ke Moskow, sementara sebagian besar anggota keluarganya dan lingkaran dalam kekuasaan menghilang atau melarikan diri ke luar negeri.
Pemerintah baru Suriah, yang saat ini tengah memperkuat kontrol dan mereformasi lembaga-lembaga negara, aktif memburu tokoh-tokoh penting dari pemerintahan sebelumnya, khususnya mereka yang terlibat dalam dinas keamanan yang selama ini dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat.
Kelompok-kelompok HAM internasional menyambut baik langkah ini, namun menekankan pentingnya proses keadilan transisional yang menyeluruh. Mereka mendesak dibentuknya mekanisme hukum yang adil untuk mengadili pelaku pelanggaran HAM di era Assad, agar tidak terjadi pembalasan politik tanpa proses hukum yang transparan.
Baca Juga: Strategi Baru Presiden Prabowo: Bebaskan Desa dari Rentenir dengan Kopdes Merah Putih
Penangkapan Wassim al-Assad menjadi simbol semakin kuatnya tekad pemerintah baru Suriah untuk mengakhiri era kelam di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad dan membuka lembaran baru dalam sejarah negara tersebut.