JAKARTA, METROSELEBES.COM - Petani Indonesia kini semakin berdaulat berkat hadirnya program Kopdes/Kelurahan Merah Putih.
Selama ini, karena kekurangan modal, banyak petani terpaksa meminjam dana ke tengkulak yang akhirnya membuat mereka kehilangan kendali atas hasil panennya sendiri.
Harga hasil tani ditekan serendah mungkin, sementara seluruh panen diambil sepenuhnya oleh tengkulak.
Kini, melalui Kopdes Merah Putih, petani memperoleh akses permodalan yang adil dan transparan.
Baca Juga: Merdeka di Lintasan Dunia: Tim Para Atletik Indonesia Borong 17 Medali di Tunisia
Dengan adanya modal tersebut, mereka bisa kembali menentukan nasib panennya sendiri. Seorang petani yang sebelumnya berkata, “Semua hasil panen di situ sudah jadi milik saya,” kepada tengkulak, kini bisa berkata bangga kepada pembeli, “Boleh Pak, silakan mau yang mana.”
Kopdes Merah Putih adalah model koperasi berbasis desa yang memperkuat posisi tawar petani.
Program ini membantu petani tidak hanya dalam hal permodalan, tetapi juga pelatihan pengelolaan keuangan dan akses pasar.
Baca Juga: Indonesia Tekankan Diplomasi Kemandirian dan Perdamaian Global di Forum Ekonomi Rusia
Menurut data dari Kementerian Pertanian, lebih dari 60% petani kecil di Indonesia masih menghadapi masalah keterbatasan modal dan ketergantungan pada tengkulak.
Program serupa di berbagai daerah seperti Koperasi Pertanian di Jawa Tengah dan Bumdes di Bali juga menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan dukungan koperasi yang kuat, rata-rata pendapatan petani meningkat 20-30% per musim panen.
Artikel Terkait
Musdesus Jadi Motor Demokrasi Ekonomi, Koperasi Desa Lahir dari Kesepakatan Rakyat
Ribuan Warga Turun Tangan, Akurasi Data Bansos Melesat Berkat Aplikasi Cek Bansos
Koperasi Desa Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi: Wamenkop Dorong Kolaborasi dengan Politeknik Harapan Bersama
Kopersi Desa Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional, Menkop Dorong Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa
Ledakan Mainan Anak Indonesia: Ekspor Rp11 Miliar Guncang Pasar Amerika!
KAPTI-Agraria 2025–2028 Dikukuhkan, Nusron Wahid: “Kritik dari Alumni Penting untuk Inovasi Layanan ATR/BPN”
Indonesia Tekankan Diplomasi Kemandirian dan Perdamaian Global di Forum Ekonomi Rusia
Bansos Ditebal, Daya Beli Keluarga Meningkat: Strategi Baru Kemensos di Tengah Tekanan Ekonomi
Erdogan: Serangan Israel ke Iran Bertujuan Gagalkan Negosiasi Nuklir
Merdeka di Lintasan Dunia: Tim Para Atletik Indonesia Borong 17 Medali di Tunisia