internasional

Guncangan Politik di Thailand: Bocoran Telepon Picu Krisis Koalisi

Kamis, 19 Juni 2025 | 17:41 WIB
Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, berbicara dalam sebuah konferensi pers pada Rabu setelah bocornya rekaman percakapan telepon antara dirinya dan Hun Sen, mantan perdana menteri Kamboja yang berpengaruh, di tengah sengketa perbatasan antara kedua negara.

Sementara itu, indeks saham utama Thailand (.SETI) jatuh hingga 2,4% pada Kamis pagi, menyentuh level terendah sejak April, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketidakstabilan politik.

 

Permintaan Maaf dan Seruan Persatuan

 

Paetongtarn belum memberi komentar terkait keluarnya Bhumjaithai, namun ia terlihat memasuki kantor pemerintahan di bawah pengamanan ketat, di tengah antisipasi protes publik.

 

Dalam konferensi pers bersama pejabat tinggi keamanan nasional, termasuk Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata, Paetongtarn menyampaikan permintaan maaf atas kebocoran rekaman. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap militer.

 

"Kita tidak punya waktu untuk bertengkar di antara kita sendiri. Kita harus melindungi kedaulatan negara. Pemerintah siap mendukung militer dengan segala cara," ujarnya.

Baca Juga: Bocoran Telepon Rahasia Bongkar Retaknya Hubungan Thailand-Kamboja

Seruan untuk Pemilu Baru

 

Tekanan dari oposisi pun menguat. Partai Rakyat, kelanjutan dari Move Forward Party yang dibubarkan oleh pengadilan tahun lalu, menyerukan pembubaran parlemen dan pemilu baru.

 

"Percakapan yang bocor kemarin adalah titik puncak," kata pemimpin Partai Rakyat, Natthaphong Ruengpanyawut. "Saya ingin perdana menteri membubarkan parlemen. Rakyat ingin pemerintah yang sah dan benar-benar berasal dari proses demokrasi."

Halaman:

Tags

Terkini