Dukungan dan kecaman juga datang dari luar negeri. Pemerintah Spanyol dan Venezuela mengutuk keras upaya pembunuhan tersebut. “Pemerintah Spanyol mengecam keras upaya pembunuhan terhadap Senator dan bakal calon presiden Kolombia, Miguel Uribe, serta menyampaikan solidaritas dan harapan atas pemulihan yang cepat,” tulis Kementerian Luar Negeri Spanyol di media sosial.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Kolombia Pedro Sanchez mengonfirmasi bahwa tersangka telah ditahan dan penyelidikan masih berjalan untuk memastikan apakah ada pelaku lain yang terlibat.
Baca Juga: Gubernur Papua Barat Daya Tegaskan Pulau Gag Tak Tercemar Tambang Nikel: Pemberitaan Itu Hoak
Pernyataan Kontroversial dari AS. Dari Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengeluarkan pernyataan tegas yang menyalahkan retorika Presiden Petro sebagai pemicu iklim kekerasan. “Amerika Serikat mengutuk sekeras-kerasnya upaya pembunuhan terhadap Senator Uribe,” ujarnya.
Latar Belakang Uribe dan Ketegangan Politik Kolombia. Miguel Uribe, 39 tahun, dikenal berasal dari keluarga terkemuka di Kolombia. Ibunya, Diana Turbay, adalah seorang jurnalis yang diculik oleh kelompok bersenjata di bawah komando pemimpin kartel narkoba Pablo Escobar pada 1990 dan tewas dalam operasi penyelamatan tahun berikutnya. Ayahnya adalah seorang pengusaha dan pemimpin serikat buruh.
Kolombia sendiri masih berjuang keluar dari bayang-bayang konflik bersenjata selama puluhan tahun antara kelompok pemberontak kiri, organisasi kriminal yang berasal dari paramiliter sayap kanan, dan pemerintah. Serangan terhadap Uribe menggarisbawahi rapuhnya stabilitas politik dan keamanan menjelang pemilihan presiden tahun depan.
Kini, mata dunia tertuju pada Bogotá. Nasib Miguel Uribe, dan arah politik Kolombia, berada di titik genting.