Menurut data pemerintah, Thailand memiliki 17 pos perbatasan resmi dengan Kamboja yang tersebar di tujuh provinsi sepanjang garis perbatasan sepanjang 817 kilometer.
Sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung selama lebih dari satu abad, sejak wilayah itu dipetakan oleh pemerintah kolonial Prancis pada tahun 1907. Ketegangan sempat memuncak pada tahun 2008 akibat perebutan wilayah di sekitar kompleks Candi Hindu abad ke-11, yang berujung pada sejumlah bentrokan bersenjata hingga menewaskan lebih dari selusin orang.
Baca Juga: Gubernur Papua Barat Daya Tegaskan Pulau Gag Tak Tercemar Tambang Nikel: Pemberitaan Itu Hoak
Meskipun demikian, hubungan antara kedua negara sempat menghangat berkat hubungan pribadi yang erat antara mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Kini, hubungan diplomatik kedua negara berada di tangan generasi baru: putri Thaksin dan putra Hun Sen yang saat ini menjabat sebagai perdana menteri di negara masing-masing.
Baca Juga: Kunjungi Pulau Gag, Menteri Bahlil Disambut Warga yang Minta Tambang Nikel Tetap Beroperasi
Kesepakatan untuk mundur dari garis konflik terbaru ini diharapkan menjadi awal dari proses damai yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di masa mendatang.