internasional

Retaknya Aliansi Trump-Musk: Perseteruan Terbuka Ancam Stabilitas Politik dan Ekonomi AS

Sabtu, 7 Juni 2025 | 08:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Elon Musk menghadiri konferensi pers di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS

Kini, penolakan Musk terhadap RUU pajak telah mempersulit proses pengesahan di Kongres, di mana Partai Republik hanya memiliki mayoritas tipis. RUU tersebut sudah lolos dari DPR dan sedang menunggu pembahasan lebih lanjut di Senat. Para analis menilai, RUU ini akan menambah utang nasional sebesar $2,4 triliun dalam 10 tahun ke depan.

 

Ketua DPR, Mike Johnson, mengatakan ia terus berkomunikasi dengan Musk melalui pesan singkat dan berharap konflik ini segera mereda. “Saya tidak mengajarinya cara membuat roket, dan saya harap dia tidak mengajari saya membuat undang-undang,” ujar Johnson di CNBC.

 

Ancaman Balasan dan Ketegangan Internal. Trump akhirnya angkat bicara dan menyatakan kekecewaannya terhadap Musk. Sebagai respons, Musk menuduh Trump tidak akan memenangkan pemilu tanpa dukungannya, bahkan menyarankan Trump layak untuk dimakzulkan. Trump pun mengancam akan mengakhiri kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan milik Musk.

Baca Juga: Soal Dana Calon Jemaah Haji Furoda, Menag: Pengembalian Tergantung Pihak Travel

Ketegangan semakin memanas setelah Musk mengancam akan menghentikan pengoperasian pesawat ruang angkasa Dragon milik SpaceX, satu-satunya wahana Amerika yang mampu mengirim astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Namun, ancaman itu kemudian dibatalkan.

 

Perseteruan ini juga dipicu oleh pembatalan pencalonan Jared Isaacman, sekutu Musk, sebagai kepala NASA oleh Trump. Dua sumber menyebutkan bahwa direktur personalia Gedung Putih, Sergio Gor, turut berperan dalam meyakinkan Trump untuk menarik dukungan terhadap Isaacman karena riwayat donasinya ke Partai Demokrat.

 

Ketegangan pribadi antara Musk dan Gor bermula sejak Maret, ketika Musk mengkritik lambatnya proses perekrutan yang dipimpin Gor dalam rapat kabinet.

 

Konsekuensi Politik Mendatang. Perseteruan berkepanjangan antara Trump dan Musk dikhawatirkan akan memengaruhi peluang Partai Republik dalam pemilu sela tahun depan, terutama jika Musk dan pemimpin teknologi lainnya dari Silicon Valley menarik dukungan finansial. Musk telah menyatakan akan mengurangi pengeluaran politiknya, dan baru-baru ini menyerukan pemecatan semua politisi yang ia anggap telah "mengkhianati rakyat Amerika."

Baca Juga: Soal Usulan Pemakzulan Gibran, Jokowi Tegaskan Presiden-Wapres Dipilih Satu Paket

Sementara itu, protes terhadap keterlibatan politik Musk terus berlangsung di lokasi-lokasi Tesla, memengaruhi penjualan dan menimbulkan kekhawatiran investor akan fokus sang CEO yang terpecah.

Halaman:

Tags

Terkini