2. Mahasiswa Internasional: Target Berikutnya
Pada Mei, pemerintah mencabut izin Harvard untuk menerima mahasiswa internasional dan memaksa mahasiswa asing yang sudah terdaftar untuk pindah ke institusi lain atau kehilangan status imigrasi mereka. Tindakan ini langsung digugat Harvard, dan saat ini tertahan oleh keputusan sementara pengadilan.
Mahasiswa internasional mewakili lebih dari seperempat populasi mahasiswa Harvard dan menjadi sumber pendapatan penting, tidak hanya bagi Harvard, tetapi juga bagi ratusan universitas lain di seluruh Amerika Serikat.
Baca Juga: India-Pakistan Dekati Titik Damai Sementara Setelah Konflik Mematikan
Menambah ketegangan, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan bahwa pemerintah akan secara agresif mencabut visa mahasiswa asal Tiongkok di Harvard dan universitas-universitas lainnya. Hal ini memperparah ketidakpastian hukum bagi ribuan mahasiswa Tiongkok yang tengah menempuh pendidikan tinggi di AS.
3. Ancaman terhadap Status Bebas Pajak Harvard
Pemerintah Trump juga menggunakan sistem perpajakan sebagai senjata dalam menyerang Harvard. Pertama, mereka mengancam akan mencabut status bebas pajak universitas, yang secara signifikan menghemat ratusan juta dolar per tahun. Walau belum jelas apakah IRS akan benar-benar mencabut status ini, potensi dampaknya sangat besar.
Kedua, dalam rancangan undang-undang belanja negara, terdapat ketentuan yang akan menaikkan pajak secara drastis atas keuntungan dari investasi dana abadi (endowment) Harvard. Para kritikus menyebut langkah ini dapat melemahkan kemampuan universitas dalam memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Kemendagri Tegaskan Pendidikan Gratis Harus Jalan, Tapi Sesuai Kapasitas Fiskal Daerah