Di sisi lain, kekhawatiran pasar juga muncul dari kebijakan fiskal Trump. Presiden AS menyebutkan bahwa rancangan undang-undang pemotongan pajak dan belanja besar-besaran yang saat ini digodok di Kongres kemungkinan akan mengalami perubahan besar di Senat. Versi DPR dari RUU tersebut diperkirakan akan menambah utang pemerintah federal sebesar $3,8 triliun dalam 10 tahun ke depan, menurut Kantor Anggaran Kongres (CBO).
Baca Juga: Sejarah Baru! Inggris Cetak Rekor Enam Wakil di Liga Champions
Chris Weston, Kepala Riset di Pepperstone, menambahkan, "Yang tampak jelas dari rancangan undang-undang rekonsiliasi ini adalah bahwa Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent telah berbalik arah dari konservatisme fiskal menuju kebijakan pertumbuhan agresif."
Analis menilai bahwa kombinasi kebijakan fiskal longgar dan ketidakpastian geopolitik bisa menandai awal dari pelemahan dolar AS dalam jangka panjang. Kini, pelaku pasar menanti perkembangan negosiasi antara AS dan Uni Eropa menjelang batas waktu baru pada 9 Juli.