Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perdagangan AS-China, Pasar Menanti Data Inflasi AS

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 11 Juni 2025 | 10:20 WIB
Seorang karyawan mengambil butiran emas murni 99,99 persen di ruang kerja pabrik pemurnian dan produksi logam mulia Novosibirsk di kota Novosibirsk, Siberia, Rusia, pada bulan September 2024. Source FOTO: REUTERS
Seorang karyawan mengambil butiran emas murni 99,99 persen di ruang kerja pabrik pemurnian dan produksi logam mulia Novosibirsk di kota Novosibirsk, Siberia, Rusia, pada bulan September 2024. Source FOTO: REUTERS

METROSELEBES COM-Harga emas menguat tipis pada Rabu pagi seiring kekhawatiran yang terus berlanjut terkait kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Ketidakpastian ini mendorong aksi beli aset aman (safe haven) dari para investor yang juga tengah menantikan rilis data inflasi utama dari AS. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (11/06/2025).

Baca Juga: Indeks Saham India Diprediksi Menguat, Didukung Optimisme Perdagangan Global

Harga emas di pasar spot tercatat naik 0,2% menjadi $3.328,89 per ons pada pukul 01:53 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga meningkat 0,2% ke level $3.349,80 per ons.

 

Kenaikan harga emas terjadi setelah pejabat AS dan China mencapai kesepakatan kerangka kerja untuk menghidupkan kembali gencatan senjata dagang yang sempat goyah. Kesepakatan ini juga mencakup penyelesaian pembatasan ekspor mineral tanah jarang dan magnet oleh China. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, usai dua hari perundingan intensif di London.

Baca Juga: AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Awal: Perang Dagang Mereda, Ekspor Mineral Kritis Dilonggarkan

Lutnick menambahkan bahwa tim AS akan membawa kerangka kesepakatan tersebut kepada Presiden Donald Trump untuk mendapat persetujuan, sementara delegasi China akan meminta restu dari Presiden Xi Jinping.

 

“Meski negosiator dari kedua negara telah mencapai kesepakatan kerangka kerja, selama belum disetujui oleh Trump atau Xi, ketidakpastian masih menyelimuti. Ketidakpastian inilah yang menopang harga emas menjelang rilis data inflasi,” ujar Matt Simpson, analis senior dari City Index.

Baca Juga: Dua Malam Berturut-turut Rusuh di Ballymena: Polisi Diserang, Rumah Dibakar, Pemerintah Kutuk Kekerasan

Ketegangan dagang antara kedua negara besar ini bermula sejak April, ketika mereka saling mengenakan tarif balasan yang memicu perang dagang. Namun, dalam pertemuan di Jenewa bulan lalu, kedua pihak sepakat untuk menurunkan tarif dari level tiga digit.

 

Di sisi lain, Bank Dunia pada hari Selasa memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 menjadi 2,3%, turun 0,4 poin persentase dari proyeksi sebelumnya. Lembaga tersebut menyebut bahwa tarif yang lebih tinggi dan ketidakpastian global menjadi “hambatan signifikan” bagi hampir seluruh perekonomian dunia.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X