AMARIKA, METROSELEBES.COM – Rencana kontroversial pemerintahan Donald Trump untuk mencabut izin Universitas Harvard dalam menerima mahasiswa asing mendapat ganjalan hukum.
Seorang hakim federal memutuskan untuk menghentikan sementara kebijakan tersebut, menyusul gugatan resmi yang diajukan pihak universitas.
Putusan penahanan sementara itu dikeluarkan oleh Hakim Distrik Allison Burroughs pada Jumat, 24 Mei 2025.
Baca Juga: Vietnam Blokir Telegram, Indonesia Menyusul?
Keputusan ini secara langsung membekukan upaya pemerintahan Trump melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk mengeluarkan Harvard dari Program Mahasiswa dan Pertukaran Pelajar (SEVP)—sistem vital yang mengatur keberadaan mahasiswa internasional di AS.
Gugatan yang dilayangkan Harvard menyebut langkah pemerintah sebagai bentuk pelanggaran terhadap hukum dan kebebasan berekspresi.
Mereka juga menyebut kebijakan tersebut sebagai “usaha balas dendam politik” yang bisa merugikan ribuan mahasiswa dari luar negeri.
Baca Juga: Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk: Bantuan Terhambat, Enam Penjaga Tewas dalam Serangan Udara
“Pemerintah berupaya menghapus seperempat populasi mahasiswa Harvard—mahasiswa internasional yang memberikan kontribusi besar bagi universitas dan misinya,” demikian pernyataan resmi Harvard dalam dokumen gugatan.
Presiden Harvard, Alan Garber, turut mengecam keras kebijakan ini. Dalam surat terbuka, ia menyebut tindakan pemerintah sebagai langkah sewenang-wenang dan tidak berdasar.
“Kami mengutuk tindakan yang tidak sah dan tidak berdasar ini. Kebijakan ini menyerang independensi akademik yang selama ini kami junjung,” tegas Garber.
Baca Juga: Setelah Dua Tahun Ditekan, Akio Toyoda Kini Didukung untuk Tetap Pimpin Toyota
Pemerintahan Trump sebelumnya menuduh Harvard gagal menangani isu antisemitisme dan membiarkan berkembangnya kelompok yang dianggap anti-Amerika dan pro-terorisme di lingkungan kampus.
Menanggapi putusan hakim, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Abigail Jackson, menyebut keputusan pengadilan sebagai bentuk intervensi politik.
Artikel Terkait
Transformasi Infrastruktur Nasional: Empat Langkah Strategis AHY untuk Masa Depan Indonesia
Teknologi Tanam Modern Dongkrak Produksi Padi di Ngawi, Gibran dan Menteri Pertanian Turun Langsung ke Sawah
Pemerintah Siapkan Enam Program Stimulus Ekonomi untuk Dongkrak Pertumbuhan Kuartal II 2025"
Tes Calistung Dihapus dari Syarat Masuk SD Mulai Tahun Ajaran 2025/2026
Desa Kayangan Jadi Contoh Keberhasilan Pembangunan Desa, Ini 6 Faktor Kuncinya!
Presiden Hadiri Indonesia-China Business Reception 2025, Tegaskan Komitmen Kerja Sama Strategis
Vietnam Blokir Telegram, Indonesia Menyusul?
Pemerintah Luncurkan Enam Insentif Ekonomi Mulai 5 Juni, Sasar Masyarakat Bisa Manfaatkan Semua Kemudahan Itu
Komnas HAM Soroti Keterlibatan Sipil dalam Insiden Garut, TNI AD Janji Evaluasi Internal
Hormati Putusan Bareskrim Soal Ijazah Jokowi, Istana Tegaskan Fokus Bekerja untuk Rakyat