Desakan PBB: TotalEnergies Diminta Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran HAM di Proyek Minyak Afrika Timur

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 23 Mei 2025 | 20:11 WIB
Logo TotalEnergies Sebuah papan dengan logo perusahaan minyak dan gas asal Prancis, TotalEnergies, terlihat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Vertou dekat Nantes, Prancis. Source FOTO: REUTERS
Logo TotalEnergies Sebuah papan dengan logo perusahaan minyak dan gas asal Prancis, TotalEnergies, terlihat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Vertou dekat Nantes, Prancis. Source FOTO: REUTERS

 

PARIS,METROSELEBES.COM-Perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies, menghadapi tekanan baru untuk segera menangani tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang kembali mencuat terkait proyek pipa minyak kontroversialnya di Afrika Timur.

Baca Juga: KORPRI Usulkan Batas Usia Pensiun ASN Diperpanjang, Jabatan Fungsional Utama Bisa Sampai Usia Begini..!

Desakan ini datang dari Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pembela lingkungan, Michel Forst, hanya sehari sebelum rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan yang dijadwalkan pada Jumat (23/05/2025).

 

Dalam pernyataannya yang dirilis Kamis malam, Forst mendesak TotalEnergies agar segera mengambil tindakan konkret untuk melindungi para aktivis yang terlibat dalam proyek East African Crude Oil Pipeline (EACOP) serta ladang minyak yang terhubung di kawasan tersebut. Ia menyoroti kekhawatiran atas laporan terbaru yang menyebutkan adanya penyiksaan, intimidasi, dan penahanan sewenang-wenang terhadap warga dan pembela lingkungan di sekitar lokasi proyek, khususnya di situs minyak Kingfisher, Uganda.

Baca Juga: Anoa, Penjaga Sunyi Hutan Sulawesi: Ketika Penjaga Ekosistem yang Terlupakan Menjadi Alarm Kepunahan Hutan Tropis

Laporan tersebut berasal dari lembaga nirlaba Just Finance International, yang menjadi dasar bagi manajer aset asal Jerman, Union Investment, untuk menarik investasi mereka dari saham dan obligasi TotalEnergies dalam portofolio berkelanjutan mereka.

 

“Forst menilai kegagalan TotalEnergies dalam menangani dugaan pelanggaran ini sangat mengkhawatirkan. “Sungguh meresahkan bahwa perusahaan justru menolak tuduhan tersebut sebagai sekadar ‘kesalahpahaman’ terhadap dampak proyek,” ujarnya. Ia menegaskan, sebagai perusahaan Prancis, TotalEnergies terikat oleh Konvensi Aarhus yang menuntut perlindungan terhadap individu yang menentang proyek-proyek yang berdampak lingkungan.

Baca Juga: Simon Tahamata, Legenda Ajax yang Kini Jadi Kepala Pemandu Bakat PSSI

Menanggapi tuduhan ini, TotalEnergies merilis pernyataan resmi pada Jumat, menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk ancaman atau kekerasan terhadap siapa pun yang secara damai membela hak asasi manusia. Perusahaan juga menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan otoritas Uganda untuk memastikan proses hukum dijalankan dengan adil, para demonstran diperlakukan secara manusiawi, dan hak-hak mereka tetap dihormati selama proses penahanan.

 

Selain itu, tim keamanan dari unit lokal TotalEnergies turut memantau kondisi para tahanan dan memastikan bahwa perwakilan mereka dapat mengunjungi mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X