ANTOFAGASTA,METROSELEBES COM-Llama, alpaka, vicuña, dan guanaco—empat spesies unggulan dari keluarga unta (camelid) di Amerika Selatan—disebut sebagai "pahlawan dataran tinggi" atas ketangguhan mereka menghadapi lingkungan ekstrem serta perubahan iklim.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di China Selatan, 4 Tewas dan 17 Hilang – Militer Turun Tangan
Selain ketahanannya, hewan-hewan ini juga memiliki nilai budaya, ekonomi, dan ekologis yang tinggi bagi masyarakat Andes.
Peringatan ini berlangsung di kota Antofagasta, Cile utara, pada awal Mei dalam rangkaian kegiatan "Tahun Internasional Ungulata 2024" yang digagas oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Perwakilan dari lima negara—Cile, Bolivia, Ekuador, Argentina, dan Peru—berkumpul untuk merayakan kontribusi besar hewan ini serta memperkuat strategi pengelolaan populasi mereka.
Baca Juga: Kecelakaan Peluncuran Kapal Perang Korea Utara Picu Penyelidikan Besar-Besaran: Kim Jong Un Murka
“Ungulata ini dianggap sebagai pahlawan karena kemampuannya bertahan hidup di ekosistem keras seperti dataran tinggi,” ujar Andres Gonzalez, pejabat regional FAO untuk Kesehatan dan Produksi Hewan. “Mereka mewakili ketangguhan alami yang memungkinkan mereka beradaptasi dan terus hidup dalam kondisi yang berat.”
Laporan yang dirilis selama pertemuan tersebut menyoroti bahwa di tengah meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam dan dampak perubahan iklim, keberadaan camelid memainkan peran penting dalam ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat di kawasan pegunungan Andes.
Baca Juga: Janji Tiga Juta Rumah, Cuma Omon-Omon? DPR Kritik Realisasi yang Baru 1,7 Persen
Mayoritas populasi unta Amerika Selatan berada di wilayah Andes, mencakup negara-negara seperti Argentina, Bolivia, Cile, Ekuador, dan Peru. Hewan-hewan ini tidak hanya membantu menjaga ekosistem lokal, tetapi juga menjadi sumber utama pendapatan dan simbol identitas budaya.
Peru memimpin produksi camelid di kawasan ini, dengan populasi alpaka mencapai lima juta ekor—sekitar 80% dari total dunia. Sementara itu, Bolivia menampung lebih dari 60% populasi llama global. Meski jumlah camelid di Cile lebih sedikit, hewan-hewan ini menyumbang hingga 80% pendapatan bagi petani di wilayah tinggi Andes, menurut data FAO.
Baca Juga: Polisi Hadiri Pemakaman Alumni Deradikalisasi di Poso, Warga Nyatakan Dukungan untuk Jaga Keamanan