Kei Ishikawa: Ini Kesempatan Terakhir untuk Mengangkat Kisah Generasi Perang Dunia Kedua Jepang

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 21:13 WIB
Sutradara Kei Ishikawa dan penulis skenario Kazuo Ishiguro berpose saat sesi pemotretan untuk film "A Pale View of Hills" yang berkompetisi dalam kategori Un Certain Regard di Festival Film Cannes ke-78. Source FOTO: Reuters
Sutradara Kei Ishikawa dan penulis skenario Kazuo Ishiguro berpose saat sesi pemotretan untuk film "A Pale View of Hills" yang berkompetisi dalam kategori Un Certain Regard di Festival Film Cannes ke-78. Source FOTO: Reuters

CANNES,PERANCIS,METROSELEBES.COM-Sutradara Jepang Kei Ishikawa mengungkapkan bahwa adaptasi film dari novel debut pemenang Nobel Sastra Kazuo Ishiguro, A Pale View of Hills, adalah sebuah upaya mendesak untuk merekam ingatan generasi Jepang yang hidup setelah Perang Dunia Kedua, sebelum semuanya terlambat.

 

Berbicara kepada Reuters di Festival Film Cannes ke-78. Sabtu (17/05/2025) Ishikawa mengatakan bahwa dorongan untuk menggarap film ini datang dari kesadaran bahwa waktu hampir habis bagi para saksi sejarah tersebut. Film ini berkompetisi dalam kategori bergengsi Un Certain Regard, yang dikenal menyoroti karya-karya sinematik unik dan penuh visi.

Baca Juga: Jepang Tetap Dukung Misi Bulan AS Meski Anggaran NASA Dipangkas

"Hambatannya banyak, tetapi saya merasa kuat bahwa jika saya punya kesempatan untuk mewujudkan film ini, maka saatnya adalah sekarang," ujar Ishikawa.

"Dalam beberapa tahun ke depan, mungkin kita sudah tidak lagi bisa mendengar kisah-kisah mereka. Itu menjadi beban moral bagi saya."

 

Film A Pale View of Hills menggambarkan perjalanan emosional Etsuko, seorang wanita Jepang yang hidup di Nagasaki pasca-pemboman atom tahun 1945, serta hubungannya dengan sang anak di Inggris era 1980-an. Kisah ini menyatukan kenangan kelam, trauma sejarah, dan perubahan generasi dalam satu narasi yang menyentuh.

Baca Juga: CEO Nissan Desak Jepang Percepat Pembicaraan Dagang dengan AS

Film yang dibintangi oleh Suzu Hirose dan Yoh Yoshida ini tayang perdana pada Jumat lalu dan langsung mendapatkan pujian. The Hollywood Reporter menyebutnya sebagai permata tersembunyi di Cannes tahun ini.

 

 

Kazuo Ishiguro, yang turut menjadi produser eksekutif dalam proyek ini, juga hadir di Cannes. Ia menilai bahwa adaptasi kali ini berbeda dengan karya-karya sebelumnya seperti The Remains of the Day dan Never Let Me Go, karena kedekatan emosionalnya terhadap novel ini—yang ia tulis saat berusia 25 tahun.

JepBaca Juga: Airlangga Hartarto Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia-Jepang, Terima Penghargaan dari PM Jepang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X