GENEVA / WASHINGTON,METROSELEBES.COM-13 Mei 2025 — Pemerintah Amerika Serikat resmi mengumumkan pelonggaran tarif impor untuk barang bernilai rendah (de minimis) dari China, mulai berlaku pada 14 Mei 2025 pukul 12:01 pagi waktu setempat. Langkah ini diumumkan hanya beberapa jam setelah Washington dan Beijing menyepakati gencatan senjata dagang dalam perundingan akhir pekan di Jenewa, Swiss.
Menurut perintah eksekutif Gedung Putih yang dirilis pada hari Senin, tarif de minimis akan diturunkan dari 120% menjadi 54%, sementara biaya tetap per paket akan tetap sebesar $100. Ini membatalkan rencana sebelumnya yang akan menaikkan biaya tetap menjadi $200 mulai Juni 2025.
De Minimis: Celah yang Kini Dikendalikan
De minimis adalah ketentuan yang memungkinkan barang-barang impor dengan nilai di bawah $800 masuk ke AS tanpa bea masuk dan pemeriksaan ketat, selama dikirim melalui pos atau jasa kurir. Ketentuan ini telah dimanfaatkan secara masif oleh perusahaan e-commerce, terutama dari China, seperti Shein, Temu (anak usaha PDD Holdings), dan AliExpress milik Alibaba. Bahkan Amazon meluncurkan layanan serupa bernama "Haul" untuk bersaing dalam pengiriman langsung produk murah dari China.
Baca Juga: Ant Group Lepas Saham Paytm Senilai Rp3,4 Triliun, Sinyal Mundurnya Investor Asing?
Namun, di awal tahun ini, mantan Presiden Donald Trump menghapus sepenuhnya ketentuan tersebut, dengan alasan meningkatnya penyalahgunaan oleh pengedar barang ilegal seperti fentanil, serta ancaman terhadap industri domestik AS. Ia menetapkan tarif 120% dan merencanakan biaya tetap $200 sebagai pengganti.
Truce Dagang dan Dampaknya
Kesepakatan terbaru antara kedua negara, yang tercapai di Jenewa, berisi komitmen untuk menurunkan sebagian besar tarif yang diberlakukan sejak April. Dalam kesepakatan itu, tarif AS dan China masing-masing dikurangi sebesar 115 poin persentase, menjadi 10% untuk barang dari China dan 30% untuk barang AS, berlaku setidaknya selama 90 hari.