Brasil Gaet Investasi Hijau dari China, Termasuk Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan Senilai USD 1 Miliar

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 13 Mei 2025 | 14:05 WIB
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping setelah upacara penandatanganan yang diadakan di Balai Agung Rakyat di Beijing, Tiongkok. Source FOTO: Reuters
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping setelah upacara penandatanganan yang diadakan di Balai Agung Rakyat di Beijing, Tiongkok. Source FOTO: Reuters

SAO PAULO,METROSELEBES.COM- Kunjungan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva ke China membuahkan hasil konkret dalam bentuk kerja sama strategis, terutama di sektor energi terbarukan dan infrastruktur digital. Salah satu sorotan utama adalah kesepakatan investasi senilai USD 1 miliar (sekitar Rp 16 triliun) dari perusahaan China, Envision Energy, untuk memproduksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) berbasis tebu di Brasil.

Baca Juga: Ant Group Lepas Saham Paytm Senilai Rp3,4 Triliun, Sinyal Mundurnya Investor Asing?

Kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang transisi energi bersih. Pemerintah Brasil menilai langkah ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan serta berpotensi mengurangi emisi karbon dari industri penerbangan.

 

Selain itu, Menteri Pertambangan dan Energi Brasil, Alexandre Silveira, mengungkapkan bahwa pemerintah juga sedang menjajaki investasi digital dari perusahaan-perusahaan China, termasuk rencana ByteDance — pemilik TikTok — untuk membangun pusat data di pelabuhan Pecém, negara bagian Ceará. Nilai investasi yang dipertimbangkan mencapai 50 miliar reais atau sekitar USD 8,82 miliar.

Baca Juga: Senator Denty Gedor Alarm Budaya: Tiga Warisan Lokal Diambang Lenyap

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur di sekitar Pelabuhan Pecém agar investasi ini benar-benar terwujud dan memberikan dampak ekonomi bagi wilayah timur laut Brasil,” ujar Silveira kepada media di China.

 

Pemerintah juga menyampaikan bahwa perusahaan milik negara China, Windey Energy Technology, akan bermitra dengan institusi riset Brasil, Senai Cimatec, dalam proyek pengembangan teknologi energi terbarukan dan penyimpanan energi. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapasitas teknologi dalam negeri serta memperluas portofolio energi bersih Brasil.

Baca Juga: Kasus Meme Prabowo-Jokowi, Mahasiswi ITB Dapat Penangguhan Penahanan, Kampus Lanjutkan Pembinaan Karakter

Dalam kunjungannya, Presiden Lula juga mengadakan pertemuan dengan beberapa perusahaan strategis lainnya seperti produsen otomotif GAC dan perusahaan pertahanan Norinco, sebagai bagian dari agenda diplomasi ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga: Delapan Napi di Lapas Semarang Dapat Remisi Spesial di Hari Waisak, Mayoritas Yang Dapat Kasus Narkoba

Langkah-langkah ini menunjukkan arah baru dalam hubungan bilateral Brasil-China yang semakin berorientasi pada inovasi, keberlanjutan, dan teknologi tinggi — sekaligus mempertegas posisi Brasil sebagai mitra penting dalam rantai pasok hijau global.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X