PT Citra Palu Mineral (CPM) adalah anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang mengelola tambang emas Poboya di Kota Palu.
Sejarah kehadirannya menggunakan Izin KP (Kuasa Pertambangan) awal sejak 1990-an, kemudian berubah menjadi Kontrak Karya pada tahun 1997. Namun proyek ini lama tidak aktif karena berbagai kendala hukum dan sosial.
PT CPM secara resmi memulai kegiatan produksi emas komersial pada 2020 setelah pembangunan pabrik pengolahan selesai.
Produksi Emas:
Tahun 2021, PT CPM membangun pabrik pengolahan berkapasitas 2.000 ton bijih per hari.
Hal itu tercantum dalam laporan BRMS ke Bursa Efek Indonesia dengan menyebutkan bahwa cadangan emas Poboya mencapai lebih dari 3,9 juta oz (troy ounce) atau setara ±122 ton emas
Potensi Pendapatan:
Dengan asumsi harga emas rata-rata USD 1.900 per oz, cadangan itu bernilai sekitar Rp11 triliun per tahun (estimasi kasar dengan kurs Rp15.000/USD).
Untuk produksi harian, kapasitas pabrik 2.000 ton bijih menghasilkan rata-rata ±1.800 oz emas per bulan, atau sekitar 21.000 oz per tahun.
Nilainya setara USD 40 juta per tahun, atau ±Rp600 miliar per tahun hanya dari satu fasilitas produksi.
Rencana BRMS adalah meningkatkan kapasitas pabrik menjadi 8.000 ton bijih per hari pada tahun 2026, yang artinya potensi pendapatan bisa melonjak 4 kali lipat atau sekitar Rp2,4 triliun per tahun.
Laporan Tahunan & Publikasi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
-
- CPM adalah anak usaha BRMS.
- BRMS merilis keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan laporan tahunan (annual report).
- Di situ disebutkan:
- Pabrik pengolahan CPM di Poboya dengan kapasitas 2.000 ton bijih/hari mulai beroperasi 2020.
- Cadangan emas Poboya 3,9 juta oz (setara ±122 ton emas).
- Produksi awal menghasilkan ±1.800 oz emas/bulan atau ±21.000 oz/tahun.
- Estimasi pendapatan sekitar USD 40 juta per tahun (±Rp600 miliar, kurs Rp15.000/USD).
-
Rencana ekspansi CPM
- Dari publikasi resmi BRMS di 2023–2024, target peningkatan kapasitas pabrik menjadi 8.000 ton bijih/hari pada 2026.
- Jika terealisasi, potensi produksi emas bisa naik 4 kali lipat, sehingga pendapatan diproyeksikan mencapai USD 160 juta per tahun (±Rp2,4 triliun).
Dengan estimasi pendapatan Rp600 Miliar, itu berarti pendapatan perbulan yakni Rp50 miliar dan proyeksi Rp2,4 triliun per tahun berdasarkan keterbukaan informasi BRMS di BEI dan laporan tahunan perusahaan.
Artikel Terkait
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Antar Dua ASN Pemkot Palu Magang di Itjen Kemendagri
Gerbang Internasional Palu: Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Kini Menyapa Dunia
Lompatan Besar Sulawesi Tengah Menuju Swasembada Pangan
SK P3K Dibagikan Saat HUT RI ke-80, Guru dan ASN PPPK Parimo Sambut Gembira
Ribuan PPPK Parigi Moutong Siap Terima SK pada Upacara 17 Agustus 2025
Wakil Wali Kota Palu Kunjungi Kepala BI Sulteng Yang Baru
Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu Resmi Buka MPLS, Tampung 200 Siswa Dari Berbagai Daerah
BREAKING NEWS: Gempa Bumi Magnitudo 6,0 Guncang Poso, Warga Sulteng Sempat Berhamburan Keluar Rumah
Ribuan PPPK Parigi Moutong Resmi Dikukuhkan, SK Tahap 1 Diserahkan Bupati
Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Sampai Kinerja Kalah dari PNS