Duta Pancasila Paskibraka Sulteng 2025 Resmi Dilantik, Disebut Harapan Bangsa

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Kamis, 12 Juni 2025 | 08:38 WIB
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Rudi Dewanto, SE, MM saat melantik Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Tingkat Provinsi Tahun 2025.  (Foto : Humas Pemprov Sulteng)
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Rudi Dewanto, SE, MM saat melantik Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Tingkat Provinsi Tahun 2025. (Foto : Humas Pemprov Sulteng)

 

PALU, METROSELEBES.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi melantik Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Tingkat Provinsi Tahun 2025 dalam sebuah upacara khidmat yang digelar di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Rabu 11 Juni 2025.

Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Sulteng yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Rudi Dewanto, SE, MM. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah, pembina Paskibraka, serta perwakilan dari Badan Kesbangpol dan pengurus Paskibraka Provinsi.

Baca Juga: Hadiri Sertijab Bupati Parigi Moutong, Gubernur Anwar Hafid: Jangan Lagi Jalan Sendiri-Sendiri

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Rudi, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menegaskan bahwa gelar Duta Pancasila bukan sekadar kehormatan simbolik, tetapi amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral dan sosial.

“Menjadi Duta Pancasila adalah kehormatan sekaligus amanah. Kalian adalah harapan bangsa untuk menyebarkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi. Para Duta Pancasila diminta tampil sebagai agen perubahan sosial yang mampu memadukan semangat kebangsaan dengan realitas zaman.

Baca Juga: Undata Berbenah, Gubernur Anwar Hafid: Jangan Mau Kalah dari Rumah Sakit Elit!

Tak hanya menyampaikan pesan kepada para duta, Asisten Rudi juga memberikan arahan khusus kepada para pembina dan pelatih. Menurutnya, proses pendampingan harus mencakup pendekatan moral dan edukatif, bukan sekadar pembinaan teknis semata.

“Pendekatan moral dan edukatif sangat penting dalam membentuk generasi muda yang cinta tanah air, menjunjung tinggi gotong royong, dan menjadikan persatuan sebagai kekuatan utama,” ucapnya.

Baca Juga: Gubernur Sulteng Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Kejar Potensi PAD Hingga Rp4 Triliun Jelang 2030

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menghidupkan semangat Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Langkah kecil kalian hari ini adalah fondasi masa depan bangsa. Mari kita jadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang maju, berkarakter, dan berdaya saing,” tutupnya.

Pelantikan ini menjadi simbol penguatan peran generasi muda sebagai penjaga nilai-nilai Pancasila dan agen pemersatu bangsa di masa depan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X