Gubernur Anwar Hafid Pangkas Perjalanan Dinas Demi Sekolahkan Anak Miskin di Sulteng

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:35 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menjadi memaparkan program 9 berani dihadapan awak media dan kepala OPD di Sulteng. (Foto : Humas Pemprov Sulteng)
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menjadi memaparkan program 9 berani dihadapan awak media dan kepala OPD di Sulteng. (Foto : Humas Pemprov Sulteng)

PALU, METROSELEBES.COM – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si mengambil langkah berani dalam membuktikan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan.

Melalui program unggulan Berani Cerdas, Pemerintah Provinsi Sulteng menggelontorkan anggaran sebesar Rp211 miliar untuk pembebasan biaya pendidikan di SMA/SMK negeri dan beasiswa penuh untuk siswa miskin di sekolah swasta.

Baca Juga: Istana Tegaskan Mundurnya Hasan Nasbi Bukan Karena Masalah Dana

Uniknya, anggaran raksasa ini bukan berasal dari utang atau suntikan dana baru, melainkan hasil realokasi dari efisiensi belanja birokrasi—mulai dari pemangkasan perjalanan dinas, konsumsi rapat, hingga anggaran alat tulis kantor.

“Banyak yang ragu, uangnya dari mana? Saya bilang, verifikasi saja datanya. Sepanjang memenuhi syarat, anggaran bisa kita siapkan. Saya fokuskan anggaran ke pendidikan,” tegas Anwar dalam dialog bersama media dan OPD di Kafe Tanaris, Sabtu, 10 Mei 2025.

Baca Juga: Rahasia di Balik Panen Kakao Melimpah: Petani Wajib Tahu 8 Tips Ampuh Ini!

Anwar bahkan berkelakar bahwa tidak perlu membeli ATK mewah jika anggaran tersebut bisa menyekolahkan lebih banyak anak miskin.

“Tidak usah beli ATK yang mewah. Pakai kertas bekas pun bisa menulis. Uang seperti itu kita alihkan untuk beasiswa,” ucapnya.

Program Berani Cerdas mencakup tiga komponen utama: penghapusan biaya pendidikan di seluruh SMA/SMK negeri, pemberian BOS Daerah untuk sekolah swasta, serta beasiswa penuh untuk siswa dari kelompok ekonomi rendah (Desil 1–4).

Baca Juga: Presiden Prabowo Dukung Program 3 Juta Rumah, Bukti Nyata Kepedulian pada Rakyat Kecil

Saat ini tercatat sudah ada 74.000 pendaftar yang mengikuti seleksi beasiswa. Proses verifikasi cukup menggunakan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa atau lurah, agar tidak menyulitkan keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan adalah investasi paling strategis bagi masa depan daerah.

Baca Juga: Perempuan Garda Depan Lawan Korupsi! Ini Seruan Tegas Menteri Rini di Hadapan BPKP

“Kalau kita bangun jalan, hanya satu dua wilayah yang merasakan. Tapi kalau kita bangun pendidikan, semua rakyat, dari Wolio sampai Dampal Selatan, pasti merasakan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X