Psikolog sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Yulia Rahmawati, menilai fenomena ini sebagai indikator krisis keadilan.
“Saat masyarakat merasa bahwa hukum tidak mampu melindungi mereka atau menghukum pelaku kejahatan dengan setimpal, maka keadilan pun dicari melalui cara-cara brutal dan tidak manusiawi,” ungkapnya.
Kepolisian Republik Indonesia pun diharapkan memberikan edukasi hukum secara masif kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Polisi Kasar Dorong Ibu di Depan Umum, Warganet Geram dan Tuntut Proses Hukum Tegas
Selain itu, perlu ada jaminan bahwa kasus-kasus kriminal akan ditangani secara cepat, transparan, dan adil agar masyarakat tidak lagi bertindak di luar koridor hukum.
Aksi main hakim sendiri ini seharusnya menjadi peringatan keras bahwa rasa keadilan yang tidak terpenuhi dapat melahirkan kekerasan yang tak hanya menghilangkan nyawa, tetapi juga merusak nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat.***
Artikel Terkait
Pasutri Ngamuk di Bank BRI Gegara Uang Tak Bisa Ditarik, Nasabah Lain Ikut Panik!
Detik Mencekam, Mobil Pikap Penuh Penumpang Melaju dan Terbalik di Tikungan!
Bank BRI dan Mandiri Pastikan Dana Nasabah Aman di Tengah Penataan Rekening Dormant
Ari Lasso Resmi Perkenalkan Dearly Djoshua, Ungkap Kisah Cinta Penuh Perjuangan
Heboh Penumpang Teriak Ada Bom di Pesawat, Rute Jakarta–Medan Tertunda Beberapa Jam
200 Ribu Penerima Bansos Dicoret Gegara Judol, Gus Ipul: Dana Dialihkan ke yang Lebih Berhak
Tangis Bayi Jadi Viral: Warganet Geram Lihat Aksi Pemukulan dengan Botol Susu
Polisi Kasar Dorong Ibu di Depan Umum, Warganet Geram dan Tuntut Proses Hukum Tegas
80 Ribu Kopdes Terbentuk Kilat: Gebrakan Budi Arie Pecahkan Rekor Nasional
Dana Bansos Tersangkut di Rekening Dormant, DPR RI Serukan Audit Total dan Satgas Khusus