Teror Tak Kasat Mata di Ladang Cabai: Petani Bongkar Cara Ampuh Mengusir Penghuni Ilegal Daun

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:16 WIB
Bagi petani, serangan hama bukan sekadar gangguan biasa—ia bisa menghancurkan panen dan pendapatan. Hama seperti thrips, aphids, ulat grayak, hingga lalat buah kerap menyerang secara tiba-tiba dan dalam jumlah besar. FOTO : IST
Bagi petani, serangan hama bukan sekadar gangguan biasa—ia bisa menghancurkan panen dan pendapatan. Hama seperti thrips, aphids, ulat grayak, hingga lalat buah kerap menyerang secara tiba-tiba dan dalam jumlah besar. FOTO : IST

Membersihkan gulma yang bisa jadi tempat persembunyian hama.

Baca Juga: Ingin Panen Cabai Melimpah dari Pekarangan Sendiri? Ini 8 Rahasia yang Jarang Diketahui Petani


Dari sisi budidaya, rotasi tanaman dan penggunaan varietas tahan hama menjadi strategi jangka panjang. Teknik ini mampu memutus siklus hidup hama sekaligus meningkatkan ketahanan lahan.

Di sisi lain, pendekatan hayati seperti pemanfaatan musuh alami (kepik, laba-laba, dan parasitoid) serta aplikasi biopestisida Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae terbukti mampu menurunkan populasi hama tanpa merusak ekosistem.

Jika semua cara tersebut belum mampu menghentikan serangan, barulah dilakukan pengendalian kimia secara selektif, menggunakan insektisida dengan dosis dan rotasi bahan aktif yang tepat.

Baca Juga: Apa Saja Jenis Kakao Unggulan yang Tumbuh Subur di Dataran Tinggi ? Berikut Nama dan Jenisnya

Dalam penelitian terbaru dari Balai Perlindungan Tanaman Sulawesi Selatan, ditemukan bahwa petani yang menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mampu menurunkan penggunaan pestisida kimia hingga 40%.

Laporan ini diperkuat oleh studi dari Universitas Hasanuddin, yang menunjukkan bahwa kombinasi biopestisida dan musuh alami meningkatkan produktivitas tanaman cabai hingga 30% lebih tinggi dibanding metode konvensional.

Praktik ini bukan hanya menyelamatkan tanaman, tetapi juga menjaga kualitas tanah, kesehatan petani, dan keamanan konsumsi masyarakat.

Dengan pendekatan yang cerdas dan terintegrasi, para petani kini tak lagi menjadi korban serangan mendadak hama. Mereka menjelma menjadi penjaga ekosistem yang produktif dan berdaya.

Baca Juga: Tanaman Kakao Terancam! Inilah Deretan Hama Mematikan yang Mengintai Perkebunan Anda

Pemerintah melalui dinas pertanian setempat kini gencar menyosialisasikan teknik PHT dan menyediakan pelatihan gratis bagi petani.

Ingin tahu jadwalnya atau mendapatkan modul edukasi? Hubungi penyuluh pertanian desa Anda dan jadilah bagian dari generasi petani cerdas Indonesia.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X