JAKARTA, METROSELEBES.COM – Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan pendidikan yang merata dan layak bagi seluruh anak bangsa.
Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui program Sekolah Rakyat, yang kini akan diperluas hingga menerima siswa jenjang SMA pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Program Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan kriteria utama berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni mereka yang masuk dalam Desil 1 (10% keluarga termiskin) dan Desil 2 (11-20% keluarga termiskin).
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Akses Pendidikan Anak Marjinal: M. Qodari Tinjau Langsung Sarana di STIS
Jika kuota masih tersedia, maka pendaftaran bisa diperluas untuk mencakup keluarga dari Desil 3.
Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Ditjen KPM) menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan pendirian hingga 100 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah, termasuk pelosok Indonesia.
Langkah ini bukan hanya memberi kesempatan pendidikan bagi kelompok rentan, tapi juga memperkuat pilar keadilan sosial dalam sistem pendidikan nasional.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Disambut Antusias, Jadi Harapan Baru Tangkal Kemiskinan dan Putus Sekolah
"Ini artinya, makin banyak anak-anak Indonesia yang bakal punya kesempatan sekolah yang lebih baik," tegas pernyataan resmi Komdigi KPM dalam unggahan Instagram pada 5 Juni 2025.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki akses pendidikan yang berkualitas.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyebut bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar solusi alternatif, melainkan bentuk afirmasi nyata dari negara terhadap kesenjangan pendidikan yang masih mengakar di banyak wilayah.
Baca Juga: Renovasi 100 Sekolah Rakyat Dimulai, Target Rampung 2025
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, terdapat sekitar 3,6 juta anak usia sekolah di Indonesia yang rentan putus sekolah karena alasan ekonomi.
Artikel Terkait
Wagub Sulteng dr. Reny Lamadjido Dorong Akselerasi Serapan APBD di Pra-Rapim TEPRA
Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 900 Kg Dibeli dari Peternak Merangkap Polisi di Riau
Menkes Minta MK Tolak Gugatan IDI, Tegaskan UU Kesehatan Tak Langgar Konstitusi
Menteri Trenggono Desak Kemenkeu Cairkan Rp2 Triliun untuk Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
OJK Soroti Dana Kelolaan Danantara yang Besar, Tekankan Pentingnya Kredibilitas dalam Kepemilikan Saham Bank BUMN
Bahlil Akui Tak Pernah Dilibatkan Dalam Rencana Diskon Listrik, Sindir Sri Mulyani Soal Pembatalan Stimulus
Sufmi Dasco Tepis Isu PDIP Merapat ke Kabinet Usai Pertemuan Prabowo–Megawati
Ray Dalio Tepis Isu Mundur dari Danantara, Tegaskan Masih Jadi Penasihat Presiden Prabowo
Seskab Tegaskan Tidak Ada Pergantian Kapolri, Jenderal Listyo Masih Aktif Dampingi Presiden Prabowo
Menaker Yassierli Kunjungi Sulteng, Tinjau Komoditas Unggulan dan Serahkan Hewan Kurban di Sigi