JAKARTA, METROSELEBES.COM - Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, sebanyak 94,4 persen responden menyatakan setuju terhadap program ini, dengan 28,2 persen di antaranya sangat setuju.
Survei yang dilakukan pada 7 hingga 12 April 2025 ini melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi di Indonesia.
Hasil ini mencerminkan antusiasme publik yang tinggi terhadap efektivitas Sekolah Rakyat dalam menjawab berbagai persoalan sosial, terutama dalam konteks pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Renovasi 100 Sekolah Rakyat Dimulai, Target Rampung 2025
Lebih lanjut, 83,9 persen responden meyakini bahwa program ini mampu menjadi solusi atas persoalan anak putus sekolah.
Tak hanya itu, mereka juga percaya bahwa program ini dapat menjadi jalan keluar dari jerat kemiskinan yang masih menghantui banyak keluarga di Indonesia.
Survei ini juga mengungkap bahwa dukungan terhadap Sekolah Rakyat tidak terbatas pada kalangan bawah, yang menjadi target utama program, tetapi juga meluas hingga ke kelas menengah dan atas.
Baca Juga: Bukan Sekadar Formalitas, Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran
Ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap program ini lintas lapisan masyarakat dan berpotensi besar dalam membawa perubahan nyata.***
Artikel Terkait
Kelapa Nusantara: Emas Hijau dari 10 Provinsi Penopang Perekonomian Indonesia
Israel Tertekan Dunia, Akankah Perang Berakhir?
4 Ribu Rumah Bersubsidi, Langkah Strategis PKP Wujudkan Hunian Layak ASN
Tanpa Pengawasan Federal, Akankah Reformasi Kepolisian Tetap Berjalan?
Top Skor Serie A yang Membumi: Potret Mateo Retegui di Balik Ketajamannya
Mengenal Sisi Lain Justin Hubner: Dari Lapangan ke Pencarian Jati Diri
Klaim Trump soal Genosida Kulit Putih Bikin Geram Warga Afrika Selatan
PHK Menggila, Rakyat Terpuruk: DPR Minta Negara Jangan Jadi Penonton
Kemensos Borong Prestasi di IKPA Award 2024, Bukti Nyata Tata Kelola Anggaran Berkualitas
Kopdes Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Desa di Sulteng, Menteri Yandri Dorong Kesejahteraan Kolektif