Di tengah kebijakan baru ini, beberapa produsen otomotif besar sebelumnya harus menanggung beban besar akibat kegagalan memenuhi standar efisiensi bahan bakar. Induk perusahaan Chrysler, Stellantis, diketahui membayar denda sipil sebesar $190,7 juta untuk tahun 2019 dan 2020, dan hampir $400 juta untuk periode 2016-2019. General Motors juga tercatat membayar $128,2 juta untuk tahun 2016 dan 2017.
Namun, dalam versi final RUU, Kongres menghapus beberapa usulan kontroversial seperti biaya tahunan sebesar $250 untuk kendaraan listrik guna membiayai perbaikan jalan, serta ketentuan yang mewajibkan Layanan Pos AS menjual armada kendaraan listriknya.
Dengan berakhirnya kebijakan ini, masa depan kendaraan listrik di Amerika Serikat kini menghadapi tantangan baru. Sementara negara-negara lain terus menggenjot transisi menuju transportasi hijau, keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen jangka panjang AS terhadap elektrifikasi kendaraan.