SAN FRANCISCO,METROSELEBES.COM-CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan bahwa perusahaan akan memperluas layanan robotaksi ke wilayah San Francisco Bay Area dalam waktu satu hingga dua bulan, tergantung pada persetujuan dari otoritas regulasi setempat. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (10/07/2025).
Baca Juga: BYD Ungguli Tesla? Mobil Listriknya Dijamin Aman Saat Parkir Otomatis
Pengumuman ini disampaikan Musk pada Rabu (9/7) melalui platform media sosial X, sebagai tanggapan atas pertanyaan komunitas Tesla Owners Silicon Valley terkait rencana ekspansi. “Masih menunggu persetujuan regulasi, tapi kemungkinan dalam satu atau dua bulan,” ujar Musk.
Langkah ini menyusul uji coba terbatas layanan robotaksi yang diluncurkan Tesla bulan lalu di Austin, Texas. Dalam fase awal tersebut, hanya sekitar selusin kendaraan digunakan, melayani sekelompok kecil penumpang yang telah dipilih, dan masih memerlukan keberadaan petugas keselamatan di kursi depan. Meski terbatas, uji coba itu menjadi tonggak penting dalam ambisi Tesla mengkomersialkan teknologi kendaraan otonom.
Musk juga menambahkan bahwa area cakupan robotaksi di Austin akan diperluas pada akhir pekan ini, meski tidak merinci wilayah atau jumlah kendaraan yang akan ditambahkan.
Baca Juga: Automaker Bergegas Dorong Penjualan Mobil Listrik Jelang Berakhirnya Insentif Pajak AS Senilai .500
Ekspansi robotaksi menjadi misi strategis bagi Tesla di tengah lesunya penjualan mobil listrik konvensional dan meningkatnya persaingan di pasar. Selain itu, sikap politik Musk yang kontroversial turut memicu resistensi terhadap merek Tesla di sebagian kalangan konsumen. Kini, masa depan valuasi perusahaan yang mencapai triliunan dolar banyak bergantung pada keberhasilan implementasi teknologi robotaksi dan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI).
Namun, perjalanan menuju komersialisasi kendaraan otonom tidaklah mudah. Biaya tinggi, regulasi ketat, dan berbagai investigasi telah memaksa sejumlah perusahaan besar seperti Cruise milik General Motors untuk menutup operasi mereka. Sebelum peluncuran Tesla di Austin, Waymo milik Alphabet menjadi satu-satunya perusahaan yang mengoperasikan robotaksi tanpa pengemudi dan memungut biaya dari penumpang.
Waymo, dengan sekitar 1.500 unit kendaraan, telah berekspansi secara hati-hati selama bertahun-tahun dan kini melayani beberapa kota seperti San Francisco, Los Angeles, Phoenix, Austin, dan Atlanta.
Baca Juga: Pernah Akui Jadi Pemeran Video Syur, Lisa Mariana Kini Dipanggil Polda Jabar
Artikel Terkait
Langkah Serentak Kopdes Merah Putih: 77.120 Unit Resmi Berbadan Hukum, Provinsi Hampir Rampung 100 Persen
Toyota Resmi Rilis Land Cruiser Hardtop 2025; Mobil Tangguh Legendaris Dengan Tampilan dan Desain Modern
Sulawesi Tengah Menuju Simpul Konektivitas Nasional: 1.000 Km Jalan Baru Dorong Ekonomi dan Wisata
Gubernur Anwar Hafid: Integritas ASN Adalah Fondasi Utama Cegah Korupsi
Yusril Klarifikasi Isu Gibran Akan Berkantor di Papua: Tidak Benar, Hanya Badan Khususnya Saja
Automaker Bergegas Dorong Penjualan Mobil Listrik Jelang Berakhirnya Insentif Pajak AS Senilai $7.500
BYD Ungguli Tesla? Mobil Listriknya Dijamin Aman Saat Parkir Otomatis
Ledakkan Ekonomi Desa! 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Ditarget Serap 2 Juta Tenaga Kerja
Wanita Lompat Dari Lantai 19 Kalibata City Gegerkan Warga, Polisi: Kaget Temukan Orang Tak Dikenal di Kamar
Pernah Akui Jadi Pemeran Video Syur, Lisa Mariana Kini Dipanggil Polda Jabar