Tesla Siap Ekspansi Layanan Robotaksi ke San Francisco, Tunggu Lampu Hijau Regulasi

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 10 Juli 2025 | 15:32 WIB
Sebuah robotaksi Tesla melaju di jalan di sepanjang South Congress Avenue di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Sebuah robotaksi Tesla melaju di jalan di sepanjang South Congress Avenue di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

SAN FRANCISCO,METROSELEBES.COM-CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan bahwa perusahaan akan memperluas layanan robotaksi ke wilayah San Francisco Bay Area dalam waktu satu hingga dua bulan, tergantung pada persetujuan dari otoritas regulasi setempat. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (10/07/2025).

Baca Juga: BYD Ungguli Tesla? Mobil Listriknya Dijamin Aman Saat Parkir Otomatis

Pengumuman ini disampaikan Musk pada Rabu (9/7) melalui platform media sosial X, sebagai tanggapan atas pertanyaan komunitas Tesla Owners Silicon Valley terkait rencana ekspansi. “Masih menunggu persetujuan regulasi, tapi kemungkinan dalam satu atau dua bulan,” ujar Musk.

 

Langkah ini menyusul uji coba terbatas layanan robotaksi yang diluncurkan Tesla bulan lalu di Austin, Texas. Dalam fase awal tersebut, hanya sekitar selusin kendaraan digunakan, melayani sekelompok kecil penumpang yang telah dipilih, dan masih memerlukan keberadaan petugas keselamatan di kursi depan. Meski terbatas, uji coba itu menjadi tonggak penting dalam ambisi Tesla mengkomersialkan teknologi kendaraan otonom.

 

Musk juga menambahkan bahwa area cakupan robotaksi di Austin akan diperluas pada akhir pekan ini, meski tidak merinci wilayah atau jumlah kendaraan yang akan ditambahkan.

Baca Juga: Automaker Bergegas Dorong Penjualan Mobil Listrik Jelang Berakhirnya Insentif Pajak AS Senilai .500

Ekspansi robotaksi menjadi misi strategis bagi Tesla di tengah lesunya penjualan mobil listrik konvensional dan meningkatnya persaingan di pasar. Selain itu, sikap politik Musk yang kontroversial turut memicu resistensi terhadap merek Tesla di sebagian kalangan konsumen. Kini, masa depan valuasi perusahaan yang mencapai triliunan dolar banyak bergantung pada keberhasilan implementasi teknologi robotaksi dan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI).

 

Namun, perjalanan menuju komersialisasi kendaraan otonom tidaklah mudah. Biaya tinggi, regulasi ketat, dan berbagai investigasi telah memaksa sejumlah perusahaan besar seperti Cruise milik General Motors untuk menutup operasi mereka. Sebelum peluncuran Tesla di Austin, Waymo milik Alphabet menjadi satu-satunya perusahaan yang mengoperasikan robotaksi tanpa pengemudi dan memungut biaya dari penumpang.

 

Waymo, dengan sekitar 1.500 unit kendaraan, telah berekspansi secara hati-hati selama bertahun-tahun dan kini melayani beberapa kota seperti San Francisco, Los Angeles, Phoenix, Austin, dan Atlanta.

Baca Juga: Pernah Akui Jadi Pemeran Video Syur, Lisa Mariana Kini Dipanggil Polda Jabar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X