Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga Juli 2025 tercatat sudah ada lebih dari 78.000 desa dan kelurahan yang siap menjalankan program koperasi ini secara aktif, didukung oleh sistem digitalisasi keuangan dan pendampingan intensif dari pemerintah pusat.
Sebagai perbandingan, dalam program serupa di tahun-tahun sebelumnya, seperti pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada 2015 hingga 2020, hanya sekitar 40.000 desa yang aktif menjalankan unit usaha secara berkelanjutan.
Maka dari itu, peluncuran 80.000 koperasi kali ini merupakan capaian yang luar biasa.
Baca Juga: 103 Klinik Koperasi Desa Segera Jalan! Juknis Kemenkes Keluar Minggu Ini
Dengan mengusung semangat Merah Putih, koperasi ini bukan hanya menjadi sarana ekonomi, tetapi juga alat pemersatu bangsa yang memperkuat solidaritas dan produktivitas di tingkat akar rumput.
Agenda ini menandai babak baru pemberdayaan desa di Indonesia.
Pemerintah berharap, koperasi-koperasi tersebut mampu memperluas akses terhadap sumber daya ekonomi, meningkatkan pendapatan warga, serta menciptakan peluang kerja lokal yang berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Siap Luncurkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Ekonomi Desa Dipacu Bangkit
80 Ribu Koperasi Desa Melaju: Strategi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Koperasi Bangkit dari Pinggiran: 80 Ribu Koperasi Desa Disiapkan, Pemerintah Dorong Pelatihan Masif
Ledakkan Ekonomi Desa! 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Ditarget Serap 2 Juta Tenaga Kerja
Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Desa, Kemenkop dan TP PKK Satukan Langkah Majukan Koperasi Merah Putih
103 Klinik Koperasi Desa Segera Jalan! Juknis Kemenkes Keluar Minggu Ini
80 Ribu Koperasi Desa Siap Diluncurkan, Menkop Tegaskan Kopdes Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat
Koperasi Jadi Garda Distribusi Subsidi: LPG dan Bahan Pokok Kini Lewat Kopdes Merah Putih
Ribu Koperasi Merah Putih Diluncurkan! Pemerintah Genjot Ekonomi Desa Lewat Gerakan Kolektif
8 Kunci Sukses Koperasi: Resep Bertahan dan Untung di Tengah Persaingan"