Meski begitu, kontribusi panjang itu seakan terhapus dalam satu tindakan pengambilalihan paksa.
Dalam pernyataannya, PKBI menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan konflik, namun menuntut keadilan dan pengakuan atas hak serta jasa sejarah yang telah diberikan.
PKBI pun menyampaikan lima tuntutan kepada Kementerian Kesehatan, khususnya Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan:
- Memberikan kompensasi atas pemanfaatan gedung secara sepihak oleh Kemenkes tanpa izin resmi.
- Menindaklanjuti komitmen lisan dari Dirjen Nakes mengenai alokasi ulang tanah dan bangunan untuk PKBI dalam bentuk tertulis yang memiliki kekuatan hukum.
- Mengizinkan PKBI tetap menggunakan gedung tersebut selama program-program kesehatannya terus dijalankan.
- Membebaskan PKBI dari kewajiban membayar sewa gedung, mengingat kontribusi historis PKBI sejak 1957.
- Mengizinkan PKBI tetap menggunakan alamat Gedung Hang Jebat III/F.3, Jakarta Selatan, sebagai alamat resmi korespondensi dan operasional.
“Kami tidak mendambakan kemewahan. Kami hanya meminta penghormatan atas jejak dan pengabdian. Telah setahun kami menunggu. Kami tidak akan berhenti berharap,” tutup pernyataan itu.
PKBI berharap negara tidak melupakan sejarah perjuangannya, dan membuka ruang dialog yang adil, transparan, serta bermartabat demi menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.***
Artikel Terkait
Ledakkan Ekonomi Desa! 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Ditarget Serap 2 Juta Tenaga Kerja
Wanita Lompat Dari Lantai 19 Kalibata City Gegerkan Warga, Polisi: Kaget Temukan Orang Tak Dikenal di Kamar
Sekolah Berasrama Prabowo: Solusi Putus Rantai Kemiskinan Anak Bangsa
2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Hunian Layak Lewat BSPS dan 500.000 Rumah Subsidi
Portal ASN Digital Satu Pintu: Transformasi Layanan Aparatur Negara Menuju Era Pelayanan Modern
DPR Setujui Anggaran Rp70,86 Triliun untuk Kementerian PU TA 2026, Dukung Mega Proyek Infrastruktur Nasional
Kopdes Merah Putih, Ujung Tombak Prabowo Bangun Ekonomi Rakyat dari Desa"
Sinergi Hijau: Gerakan Tanam Jagung Serentak Jadi Motor Swasembada Pangan2025
Desaku Maju, Desa Bangkit: Lampung Dorong Pertanian Jadi Sumber Ekonomi Baru
Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Desa, Kemenkop dan TP PKK Satukan Langkah Majukan Koperasi Merah Putih