RAPBN 2026 Disusun Ketat, Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh Hingga 5,8 Persen

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Selasa, 8 Juli 2025 | 06:23 WIB
Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bank Indonesia, dan OJK telah menyepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Target Pembangunan untuk tahun anggaran RAPBN 2026. (Instagram smindrawati)
Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bank Indonesia, dan OJK telah menyepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Target Pembangunan untuk tahun anggaran RAPBN 2026. (Instagram smindrawati)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bank Indonesia, dan OJK telah menyepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Target Pembangunan untuk tahun anggaran RAPBN 2026.

Kesepakatan ini diambil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI yang membahas Panja Pertumbuhan, Panja Penerimaan Negara, dan Panja Defisit.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Kepala Bappenas Rachmat Kaimuddin, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar tersebut, disepakati bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dipatok pada kisaran 5,2% hingga 5,8% (year-on-year) pada tahun 2026.

Baca Juga: Indonesia-Palestina Bangun Zona Investasi Pertanian Perdamaian di Sumsel, Bukti Nyata Diplomasi Kemanusiaan

Ini menjadi dasar utama dalam perancangan kebijakan fiskal negara melalui RAPBN.

Berikut beberapa poin utama hasil kesepakatan indikator ekonomi makro RAPBN 2026:

  • Pertumbuhan Ekonomi: 5,2 – 5,8%
  • Inflasi: 1,5 – 3,5%
  • Nilai Tukar Rupiah: Rp16.500 – Rp16.900 per US Dollar
  • Tingkat Suku Bunga SBN 10 Tahun: 6,6 – 7,2%
  • Tingkat Pengangguran Terbuka: 4,44 – 4,96%
  • Tingkat Kemiskinan: 6,5 – 7,5%
  • Gini Rasio: 0,377 – 0,380
  • Indeks Modal Manusia: 0,57
  • Indikator Kesejahteraan Petani: 0,7731
  • Proporsi Penciptaan Lapangan Kerja: 37,95%

Baca Juga: Transformasi Bantuan Sosial: Strategi Baru Menuju Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2026

Kepala Bappenas menyebut bahwa kesepakatan hari ini akan menjadi landasan penting dalam menyusun rancangan akhir RAPBN 2026 agar lebih tepat sasaran.

Komisi XI DPR RI juga memberikan sejumlah masukan yang dinilai sangat berharga demi menjaga akurasi asumsi ekonomi tersebut.

Pemerintah menargetkan RAPBN 2026 dapat menjadi alat yang efektif untuk mencapai visi “The Greatest Good for The Greatest Many”, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: 80 Ribu Koperasi Desa Melaju: Strategi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Sebagai tambahan, dalam laporan World Bank pada Juni 2024 lalu, Indonesia disebut masih berada di jalur pemulihan ekonomi pascapandemi dengan proyeksi pertumbuhan stabil antara 5% hingga 6%.

Namun, Bank Dunia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan memperluas reformasi struktural demi mendorong investasi serta inklusi sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X