Usai Insiden Terbakar di Bandung, Publik Pertanyakan Keamanan Baterai Wuling Air EV

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Senin, 7 Juli 2025 | 20:29 WIB
Tangkapan layar mobil listrik Wuling Air EV. ( Foto : wuling.id)
Tangkapan layar mobil listrik Wuling Air EV. ( Foto : wuling.id)

BANDUNG, METROSELEBES.COM – Sebuah insiden kebakaran yang melibatkan mobil listrik Wuling Air EV di Kota Bandung pada Sabtu, 5 Juli 2025, kembali memicu kekhawatiran publik terhadap aspek keselamatan kendaraan listrik, khususnya terkait baterai.

Video kejadian yang dengan cepat viral di media sosial memperlihatkan bagian depan mobil mulai berasap tebal sebelum akhirnya dilalap api.

Baca Juga: woww ! Resmi Dijual Di Indonesia , Segini Harga Wuling Binguo EV Type Long Range dan Premium Range

Rekaman video yang diunggah akun TikTok @Viranurzahra17 memperlihatkan kondisi mobil dalam situasi jalanan basah, namun api tetap membesar. Banyak warganet mempertanyakan efektivitas sistem proteksi mobil listrik, terutama saat berkendara di kondisi ekstrem seperti hujan atau genangan air.

“Mobil listrik aman enggak sih ya kalau lewat di jalan lagi banjir? Takut kalau konslet terus malah pada kesetrum,” tulis akun @raya di kolom komentar, Senin (7/7/2025).

Pihak Wuling Motors melalui Aftersales Director, Maulana Hakim, angkat suara terkait kejadian ini. Ia menyatakan bahwa perusahaan tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Baca Juga: Gengsi Dengan Wuling, Toyota Bakal Luncurkan SUV Mobil Listrik Teka teki Toyota bZ2X

“Saat ini kami sedang melakukan kontak kepada konsumen dan juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Wuling Air EV merupakan salah satu mobil listrik paling diminati di Indonesia, apalagi dengan adanya insentif PPN dari pemerintah yang membuat harganya semakin kompetitif. Mobil ini hadir dalam beberapa varian, seperti Lite 200 km dan 300 km, serta Pro 300 km, yang menggunakan baterai jenis Lithium Ferro-Phosphate (LFP).

Varian Lite 200 km ditenagai baterai 17,3 kWh, sementara Lite dan Pro 300 km dibekali baterai 26,7 kWh. Semua baterai tersebut diklaim mampu menempuh jarak sesuai namanya dan telah mengantongi standar IP67 — artinya tahan terhadap air dan debu dalam level tertentu.

Baca Juga: Tak Mau Kalah Dari Wuling, Mobil Listrik Neta V Berikan Garansi Seumur Hidup

Keunggulan baterai LFP antara lain:

  • Lebih aman dari risiko kebakaran dibanding jenis Lithium-Ion lainnya.
  • Umur pakai lebih panjang.
  • Stabil dalam suhu tinggi serta tahan terhadap overcharge dan overdischarge.

Dalam hal pengisian daya, Wuling Air EV dapat diisi menggunakan daya listrik rumah tangga 2.200 VA (sekitar 8,5–11 jam dari 20% ke penuh) atau lebih cepat dengan daya 6.600 VA (sekitar 4 jam). Sementara itu, pengisian di SPKLU bisa memakan waktu sekitar 30 hingga 90 menit, tergantung konektor dan kondisi baterai.

Baca Juga: Warga Palu Mulai Lirik Mobil Listrik Milik Wuling, Alvez dan Air EV Jadi Primadona

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X