MK Pisahkan Pemilu Nasional-Daerah: Strategi Baru Demi Demokrasi Berkualitas

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 26 Juni 2025 | 21:28 WIB
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemisahan antara pelaksanaan Pemilu nasional dan daerah. (Screnshoot youtube MK)
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemisahan antara pelaksanaan Pemilu nasional dan daerah. (Screnshoot youtube MK)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemisahan antara pelaksanaan Pemilu nasional dan daerah.

Dalam putusan ini, MK menetapkan bahwa Pemilu untuk memilih Presiden, DPR, dan DPD akan dilaksanakan lebih awal, sementara Pemilu kepala daerah (Pilkada) dan DPRD akan digelar secara terpisah dengan jeda waktu paling lama dua tahun enam bulan.

Langkah ini menjawab gugatan yang diajukan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Putusan ini menandai babak baru dalam sistem demokrasi Indonesia, di mana strategi pemisahan Pemilu nasional-daerah dianggap lebih menjamin kualitas demokrasi dan memperkuat partai politik.

Baca Juga: Desa Bangkit dari Sunyi: Koperasi Menjadi Mesin Penggerak Baru

Perludem menilai bahwa sistem Pemilu serentak dengan lima surat suara selama ini telah memberatkan pemilih dan membatasi ruang partai untuk melakukan kaderisasi.

Salah satu alasan utama gugatan adalah beban teknis dan kompleksitas logistik dalam pemilu serentak yang berkontribusi pada lemahnya efektivitas partai dalam regenerasi kepemimpinan.

Menurut data KPU, pada Pemilu 2019, sebanyak 894 petugas KPPS meninggal dunia dan lebih dari 5.000 lainnya jatuh sakit akibat kelelahan dalam proses rekapitulasi yang panjang dan melelahkan.

Baca Juga: Petani Tak Lagi Dijajah Tengkulak, Kopdes Merah Putih Buka Jalan Harga Adil

Angka tersebut menguatkan argumen bahwa pemisahan pemilu bukan hanya soal manajemen politik, tetapi juga menyangkut keselamatan dan efisiensi.

Di sisi lain, pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro, menyebut bahwa pemisahan ini berpotensi memberi ruang lebih sehat bagi masyarakat untuk fokus pada isu-isu nasional tanpa terganggu oleh dinamika lokal, dan sebaliknya.

Ini membuka peluang bagi pemilih untuk menilai lebih kritis dan objektif dalam setiap tingkatan pemerintahan.

Baca Juga: Misi Sekolah Rakyat Permanen: KSP Kawal Transformasi Pendidikan Prabowo

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X