Pernyataan ini sejalan dengan pernyataan analis luar negeri dari The Diplomat, yang menyebut Indonesia sebagai “kekuatan diplomatik yang sedang bangkit di Asia Tenggara” (2024).
Sementara itu, laporan World Bank menyebut bahwa pendekatan ekonomi Prabowo yang fokus pada ketahanan pangan dan investasi dalam negeri dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: Ekowisata Berbasis Warga: Sentra Pasar Khatulistiwa Hidupkan Ekonomi Lokal di Dusun Bambu
Langkah Prabowo menghadiri forum ekonomi alih-alih forum militer menunjukkan arah diplomasi baru Indonesia yang lebih bersahabat, seimbang, dan menjunjung tinggi perdamaian serta keberpihakan pada kemanusiaan tanpa kepentingan politik sempit.
Dengan demikian, diplomasi Prabowo bukan hanya membangun citra pribadi, melainkan juga mengangkat derajat diplomasi Indonesia ke level global yang lebih dihormati dan diperhitungkan.***
Artikel Terkait
Kolaborasi Hijau Sumbar: Komisi IV DPR RI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Alam
Syarhei Tsikhanouski Dibebaskan dari Penjara, Tsikhanouskaya Desak Pembebasan Tahanan Politik Lainnya
Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional
Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam
Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global
Harga Beras Melejit di Timur Indonesia, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton untuk Redam Gejolak”
Ekowisata Berbasis Warga: Sentra Pasar Khatulistiwa Hidupkan Ekonomi Lokal di Dusun Bambu
Serangan Senyap AS ke Iran: Trump Klaim Sukses Bom Nuklir Fordow
AS Bom Tiga Lokasi Nuklir Iran, Teheran Pastikan Tak Ada Radiasi
Cadangan Beras Pemerintah Pecahkan Rekor, Jamin Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional