JAKARTA, METROSELEBES.COM – Diplomasi ekonomi dan perdamaian yang ditampilkan Presiden Prabowo Subianto di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) menuai pujian dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin.
Dalam pernyataannya, Sultan menyebut kepiawaian diplomasi Presiden Prabowo sebagai simbol naik kelasnya Indonesia dalam percaturan dunia internasional.
“Sebagai bangsa yang besar kita patut bersyukur dan bangga terhadap kapasitas dan kecerdasan diplomasi Presiden Prabowo Subianto di hadapan pemimpin negara lain.
Baca Juga: Cadangan Beras Pemerintah Pecahkan Rekor, Jamin Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional
Presiden Prabowo memberikan role diplomacy Indonesia yang saling menghormati (mutual respect) kepada pemimpin dunia yang berpihak pada isu kemanusiaan dan perdamaian tanpa standar ganda,” ujar Sultan dalam keterangan resminya.
Menurut Sultan, kehadiran Presiden Prabowo di SPIEF mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menjaga politik luar negeri yang bebas aktif dan non blok.
Forum yang dihadiri oleh para kepala negara dan utusan negara-negara anggota BRICS itu menjadi panggung strategis untuk menyuarakan pendekatan diplomatik yang humanis dan berorientasi ekonomi.
Baca Juga: AS Bom Tiga Lokasi Nuklir Iran, Teheran Pastikan Tak Ada Radiasi
Lebih lanjut, Sultan mengungkap bahwa melalui forum tersebut, Prabowo menyuarakan urgensi diplomasi yang saling menguntungkan secara ekonomi.
Fokus Prabowo dalam memperjuangkan ketahanan pangan dan menarik investasi domestik dinilai mampu mempercepat target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
“Ini bukan hanya soal forum, tapi bagaimana peran dan posisi diplomacy presiden semakin diperhitungkan dunia,” tegasnya.
Sultan juga menilai Presiden Prabowo sangat peka terhadap situasi geopolitik global yang memanas.
Baca Juga: Serangan Senyap AS ke Iran: Trump Klaim Sukses Bom Nuklir Fordow
Ia mengapresiasi ajakan Prabowo untuk melakukan de-eskalasi secara santun dan sejuk, guna meredakan ketegangan militer antarnegara. Menurutnya, sikap ini mencerminkan arah diplomasi Indonesia yang konsisten dalam perdamaian global.
Artikel Terkait
Kolaborasi Hijau Sumbar: Komisi IV DPR RI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Alam
Syarhei Tsikhanouski Dibebaskan dari Penjara, Tsikhanouskaya Desak Pembebasan Tahanan Politik Lainnya
Era Baru Diplomasi Global: Indonesia dan Rusia Resmikan Kemitraan Strategis Multidimensional
Ekowisata Khatulistiwa: Dusun Bambu Jadi Pusat Sinergi Pasar dan Alam
Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global
Harga Beras Melejit di Timur Indonesia, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton untuk Redam Gejolak”
Ekowisata Berbasis Warga: Sentra Pasar Khatulistiwa Hidupkan Ekonomi Lokal di Dusun Bambu
Serangan Senyap AS ke Iran: Trump Klaim Sukses Bom Nuklir Fordow
AS Bom Tiga Lokasi Nuklir Iran, Teheran Pastikan Tak Ada Radiasi
Cadangan Beras Pemerintah Pecahkan Rekor, Jamin Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional