“Edukasi dini adalah kunci untuk menciptakan generasi emas Indonesia. Jika anak-anak kita bisa bebas dari pernikahan dini, mereka akan punya peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi dan masa depan yang lebih baik,” ujar Dina Budi Arie Setiadi.
Baca Juga: Rumah Subsidi Generasi Milenial, Solusi Hunian Modern dengan Harga Terjangkau
Komitmen Seruni Kabinet Merah Putih terhadap isu ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan sangat diperlukan demi menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak secara optimal.
Langkah Kota Mataram bisa menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain untuk lebih serius dalam mengatasi permasalahan pernikahan usia dini.
Dengan melibatkan generasi muda dalam diskusi dan aksi nyata, diharapkan kesadaran kolektif bisa tumbuh dan melahirkan perubahan yang berkelanjutan.***
Artikel Terkait
RAPBN 2026: Wajah Masa Depan Indonesia, Fraksi-Fraksi DPR Diminta Lebih Kritis dan Visioner
Kesepakatan Bersejarah Uni Eropa dan Inggris Permudah Perlintasan Perbatasan Gibraltar
Kopdes Merah Putih, Penguat Ekonomi Desa Tanpa Menggeser Peran BUMDes dan KUD
SPMB 2025: Langkah Transformasional Menuju Pendidikan Inklusif dan Berkualitas untuk Semua
Indonesia Darurat TBC: Deteksi Meningkat, Tapi Ancaman Nyata Masih Mengintai
Rumah Subsidi Generasi Milenial, Solusi Hunian Modern dengan Harga Terjangkau
Bantuan Beras dan KUR Kopdes: Langkah Strategis Indonesia Dukung Palestina dan Ekonomi Desa
Kekerasan Anti-Imigran di Irlandia Utara: Pusat Rekreasi Diserang, Puluhan Polisi Terluka
Inggris Hormati Tinjauan AS terhadap Pakta AUKUS, Tegaskan Komitmen terhadap Keamanan Global
BSU 2025 Terancam Tak Menyentuh Pekerja Rentan: Anggota DPR Nurhadi Soroti Ketimpangan Akses BPJS