Tamsil menyebutkan peran aktif Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai forum internasional sebagai bentuk nyata dari komitmen Indonesia terhadap isu Palestina.
Dukungan ini sejalan dengan semangat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.
hal ini juga pernah disampaikan oleh akademisi internasional seperti Dr. Ilan Pappé, sejarawan asal Israel yang dalam bukunya The Ethnic Cleansing of Palestine (2006) menyoroti pengusiran sistematis terhadap warga Palestina pada masa pembentukan Israel.
Sementara itu, laporan Amnesty International dan Human Rights Watch dalam beberapa tahun terakhir juga menyoroti adanya pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina, menambah dimensi kemanusiaan dalam perjuangan yang dimaksud Tamsil.
Dengan narasi yang kuat dan berbasis sejarah serta kemanusiaan, khutbah Tamsil Linrung menjadi ajakan reflektif untuk melihat Palestina sebagai warisan tauhid yang tak lekang oleh waktu dan relevan dalam konteks global saat ini.***
Artikel Terkait
Menteri Lingkuan Hidup Tegaskan Operasional PT GAG Nikel Sesuai Aturan, Tapi Izin Tambang di Pulau Kecil Tetap Akan Ditinjau
Bukan Pulau Gag, Aktivitas Dua Perusahaan Ini Justru Ancam Geopark Raja Ampat
Iran Kecam Keras Larangan Bepergian AS: Bentuk Permusuhan Mendalam terhadap Iran dan Muslim
Mereda Setelah Memanas: Thailand dan Kamboja Sepakat Mundur ke Posisi Semula di Tengah Ketegangan Perbatasan
Sekolah Lontara: Menjaga Akar, Merangkai Masa Depan Budaya Bugis-Makassar
Upaya Pembunuhan Menggemparkan Kolombia: Senator Miguel Uribe Kritis Usai Ditembak dalam Acara Kampanye
Bendungan Mbay, Solusi Strategis Reduksi Banjir dan Ketahanan Pangan NTT
Rompi Api Sinergi: Sri Mulyani & Sjafrie Jaga Garis Depan Keuangan dan Pertahanan di Nduga
Dapur MBG Padang Pariaman Siap Penuhi 3.500 Porsi per Hari, Andalan Baru Ketahanan Gizi Nasional
Ribuan Daging Kurban Disalurkan ATR/BPN: Keteladanan Kurban dari Birokrasi untuk Negeri