Menurut laporan Stop TB Partnership, Indonesia mengalami gap pendanaan sebesar 50% dalam program TBC nasional, yang menjadi hambatan dalam menjangkau kelompok rentan, termasuk penduduk di wilayah terpencil, penderita HIV, serta masyarakat dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menyebutkan bahwa edukasi publik dan stigma sosial menjadi kendala besar.
Banyak pasien yang enggan melapor atau berobat karena takut dikucilkan, padahal TBC dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang tepat.
Baca Juga: Cinta Keluarga di Balik Semangat Merah Putih: Kisah Harmonis Joey Pelupessy
Perlu Gerakan Nasional
Untuk mendukung tujuan eliminasi TBC 2030, pemerintah mendorong kampanye Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.
Langkah sederhana seperti skrining rutin, tidak meremehkan gejala batuk kronis, serta mendorong pengobatan tuntas sangat berperan penting. Dengan kesadaran bersama, Indonesia diharapkan tidak lagi menjadi negara dengan kasus dan kematian tertinggi kedua akibat TBC di dunia.***
Artikel Terkait
Instruksi Presiden dan Regulasi Baru, Koperasi Desa Kini Wajib Diformalkan Sesuai Aturan 2025
Soal Usulan Pemakzulan Gibran, Jokowi Tegaskan Presiden-Wapres Dipilih Satu Paket
Soal Dana Calon Jemaah Haji Furoda, Menag: Pengembalian Tergantung Pihak Travel
Batal Berangkat Haji, Ruben Onsu Fokus Dalami Islam Dan Fokus Sempurnakan Salat
Fadli Zon Soroti Tambang Nikel Raja Ampat: Investasi Jangan Ganggu Situs Sejarah dan Alam
Cinta Keluarga di Balik Semangat Merah Putih: Kisah Harmonis Joey Pelupessy
Retaknya Aliansi Trump-Musk: Perseteruan Terbuka Ancam Stabilitas Politik dan Ekonomi AS
Putusan Kontroversial: Mahkamah Agung AS Dukung DOGE Akses Data Sensitif Warga
Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
Soal Isu Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Ketatanegaraan Saja